Thursday, March 18, 2021

Best Profit | Harga Emas Tergelincir Kenaikan Imbal Hasil Obligasi dan Dolar AS

 


Best Profit (19/3) - Harga emas menyusut dipicu lonjakan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar menghilangkan daya tarik emas. Di sisi lain, harga paladium melonjak 7 persen seiring prospek permintaan menguat di tengah kekhawatiran gangguan pasokan.

Melansir laman CNBC, Jumat (19/3/2021), harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1.732,99 per ounce, usai menyentuh level tertinggi sejak 1 Maret di USD 1.755,25. Namun harga emas berjangka AS ditutup naik 0,3 persen menjadi USD 1.732,50.

Tolok ukur imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak di atas 1,74 persen untuk pertama kalinya sejak Januari 2020, sementara dolar naik 0,5 persen. best profit

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengulangi janji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol dalam upaya untuk menjaga pemulihan ekonomi pada jalurnya bahkan jika inflasi melanggar target 2 persen di tahun ini.

“Komentar Powell kemarin tentang suku bunga sangat mendukung emas, tetapi di sisi lain fakta bahwa imbal hasil 10 tahun terus meningkat telah membatasi sisi atas emas,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus. best profit

Namun imbal hasil Treasury yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik dari komoditas yang tidak memberikan hasil.

“Di satu sisi, rezim bukanlah pertanda baik bagi aliran investasi ke emas, dan itu menciptakan tekanan ke sisi negatifnya. Di sisi lain, kami melihat beberapa pembeli turun, ” kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Harga Paladium logam autokatalis naik 3,6 persen menjadi USD 2.662,17, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Februari 2020 di USD 2.755,18. best profit

Nornickel Nickel Rusia, produsen utama paladium, memangkas perkiraan produksi 2021 pada hari imbas adanya genangan air di dua tambang Siberia.

“Setiap gangguan dalam pasokan, terutama dari produsen utama, benar-benar bermain di pasar ini, seiring dengan ekspektasi lebih banyak permintaan dari sektor otomotif,” kata Haberkorn dari RJO Futures.

Di saat harga emas susut, harga Platinum naik 0,4 persen menjadi USD 1.218,23, sementara perak turun 0,4 persen menjadi USD 26,22. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, March 17, 2021

Best Profit | The Fed Pertahankan Suku Bunga, Indeks Saham Dow Jones Sentuh 33.000

 


Best Profit (18/3) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melonjak pada perdagangan saham Rabu, 17 Maret 2021 dengan indeks saham Dow Jones naik tinggi.  Wall street menguat setelah bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengatakan tidak melihat kenaikan suku bunga hingga 2023.

The Federal Reserve juga akan membiarkan inflasi berjalan biasa untuk memastikan pemulihan ekonomi secara penuh.Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham Dow Jones naik 189,42 poin atau 0,6 persen menjadi 33.015,37.

Ini menandai pertama kali indeks saham unggulan ditutup di atas ambang batas 33.000. Indeks saham S&P 500 naik 0,3 persen ke rekor penutupan tertinggi 3.974,12.

Indeks saham Nasdaq menguat 0,4 persen ke posisi 13.525,20. Indeks saham acuan teknologi turun 1,5 persen seiring growth stock berada di bawah tekanan di tengah melonjaknya imbal hasil obligasi AS. best profit

Sementara itu, the Fed memperkirakan suku bunga acuan tetap mendekati nol untuk dua tahun ke depan. Bank sentral AS meningkatkan prospek ekonominya yang mencerminkan harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih kuat dari resesi yang dipicu pandemi COVID-19.

Selain itu, produk domestik bruto (PDB) diharapkan tumbuh 6,5 persen pada 2021 sebelum mereda pada tahun-tahun berikutnya.

Harapan inflasi inti juga bergerak lebih tinggi. Federal Open Market Committee (FOMC) mengharapkan inflasi naik 2,2 persen pada 2021 yang didorong dari pengeluaran konsumsi pribadi. Bank sentral AS juga menjaga inflasi dua persen dalam jangka panjang.

"Kedengarannya seperti skenario yang sempurna bagi investor dan prospeknya, dan Anda melihat respons pasar terhadap pandangan yang sangat optimis ini. Kebijakan moneter akan tetap akomodatif hampir terlepas dari apa yang terjadi dengan suku bunga, inflasi dan harga aset,” ujar Chief Investment Strategist State Street Global Advisors, Michael Arone, seperti dilansir dari CNBC, Kamis (18/3/2021). best profit

Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan, the Fed perlu melihat pergerakan material dan berkelanjutan dalam inflasi di atas dua persen sebelum mempertimbangkan perubahan pada kebijakan saat ini.

"Kami berharap bahwa kami akan mulai membuat kemajuan yang lebih cepat di pasar tenaga kerja dan inflasi seiring berjalannya program vaksinasi COVID-19, karena dukungan fiskal yang didapatkan. Kami berharap itu terjadi, tapi kita harus melihatnya dulu,” ujar Powell.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi dengan naik dua basis poin menjadi 1,64 persen setelah ada pembaharuan informasi dari bank sentral.

Pada awal sesi, suku bunga acuan melonjak menjadi 1,689 persen mencapai level yang tak terlihat sejak akhir Januari 2021. best profit

Suku bunga yang lebih tinggi telah menekan perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan, terutama karena mengikis arus kas pada masa depan.

"Dengan plot mendian 2023 yang masih menunggu, saham dan obligasi naik lagi. Ini seperti pasar Goldilocks, pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang cukup tinggi, pendapatan yang kembali pulih, dan kondisi moneter yang sangat mudah,” ujar Senior Global Invesment Analyst Commonwealth Financial Network, Anu Gaggar.

Kenaikan suku bunga telah menjadi beban bagi saham dalam beberapa pekan terakhir dan mempercepat pergerakan ke value stocks dari growth stocks.

Indeks saham Russell 2000 sudah naik 18 persen sepanjang 2021 seiring investor bertaruh di saham kapitalisasi kecil. Sektor saham energi dan keuangan menjadi pemenang pada 2021 dengan masing-masing naik 35 persen dan 16 persen.

Saham Disney naik 0,5 persen setelah CEO Bob Chapek mengatakan, du ataman hiburan Disneyland California akan dibuka kembali pada 30 April. Saham McDonald’s naik 1,9 persen setelah Deutsche Bank meningkatkan rekomendasi saham dari hold menjadi beli. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, March 16, 2021

Best Profit | Harga Emas Tertekan Menanti Kepastian Kebijakan The Fed

 


Best Profit (17/3) - Harga emas melemah pada hari Selasa, tertekan oleh kenaikan dolar, karena investor menunggu isyarat kebijakan dari pertemuan dua hari Federal Reserve AS.

Dikutip dari CNBC, Rabu (17/3/2021), Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.729,21 per ounce. Emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.727,20.

"Harga emas seharusnya menemukan dasar tetapi risiko besar adalah The Fed, dan jika Fed tidak menekan kembali pasar obligasi, Anda dapat melihat panic selling satu hari (dalam emas)," kata Edward Moya, senior market. analis di OANDA.

Pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal AS berakhir pada Rabu. best profit

Bank sentral diperkirakan akan mengulangi janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai perekonomian mencapai lapangan kerja penuh.

Dolar naik 0,1 persen, meningkatkan biaya memegang emas dalam mata uang lain. Emas bisa naik dengan imbal hasil Treasury AS dalam beberapa bulan ke depan, karena pergerakan mendekati 2 persen dalam imbal hasil dapat menggagalkan pembelian pasar saham tanpa henti dan mengembalikan daya tarik emas sebagai safe haven, Moya menambahkan.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi telah menumpulkan daya tarik emas non-interest bearing.

“Prospek teknis jangka pendek sangat bearish dan itu mengundang pedagang profesional untuk mempersingkat pasar (harga emas). Ini bisa membutuhkan semacam percikan geopolitik untuk mengubah pasar ini,” kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff. best profit

Harga emas diperkirakan akan menguat secara jangka pandek pada pekan ini. Hal tersebut terimbas dari ditandatanganinya paket stimulus USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun.

Namun, beberapa analis memperkirakan bahwa stimulus tersebut justru akan mendorong kenaikan pasar saham sehingga menekan harga emas.

Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya menandatangani bantuan atau stimulus ekonomi senilai USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun menjadi undang-undang. Bantuan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah Amerika.

Mengutip Kitco, Senin (15/3/2021), pada pekan lalu harga emas mampu bertahan di kisaran USD 1.700 per ounce setelah mengalami tekanan yang cukup besar. Pada pekan lalu, harga emas sempat berada di level terendah dalam 10 pekan. best profit

Namun untuk minggu ini analis memperkirakan harga emas akan mendapat dukungan dari paket stimulus yang telah ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden. Namun beberapa analis lain mencatat bahwa paket stimulus ini mendorong transaksi di pasar saham dan obligasi.

"Mengecewakan melihat harga emas tidak lebih tinggi setelah paket stimulus USD 1,9 triliun disahkan. Jika emas tidak bisa naik, saya tidak tahu apa yang akan mendorongnya lebih tinggi," kata Presiden Phoenix Futures and Options LLC, Kevin Grady.

"Gerak emas sepertinya tidak tampak bagus pada minggu ini. tetapi saya memberikan posisi netral," tambah dia. best profit

Pada pekan ini, 16 analis berpartisipasi dalam survei yang diselenggarakan oleh Kitco. Sebanyak 6 pemilih atau 38 persen menyerukan harga emas naik. Sementara itu, pemilih netral lima analis atau 31 persen. Sedangkan mereka yang melihat harga emas akan lebih rendah juga lima analis atau 31 persen.

Sedangkan pelaku pasar yang ikut dalam survei Kitco mencapai 1.611 suara. Di antara mereka 1.003, atau 62 persen mengatakan harga emas akan naik. Sedangkan 364 pelaku pasar atau 23 persen mengatakan harga emas tertekan.

Selain itu, 244 pemilih atau 15 persen memilih harga emas akan bergerak stabil atau netral pada pekan ini. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, March 15, 2021

Best Profit | Investor Optimistis Pemulihan Ekonomi, Wall Street Cetak Rekor Baru

 


Best Profit (16/3) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menyentuh posisi tertinggi baru pada perdagangan saham Senin, 15 Maret 2021. Wall street sentuh rekor baru didorong investor optimistis terhadap pembukaan kembali ekonomi yang sebelumnya tutup karena pandemi COVID-19.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham Dow Jones menguat 174,82 poin atau 0,5 persen ke posisi 32.953,46. Indeks Dow Jones catat kinerja positif selama tujuh hari berturut-turut, dan termasuk terpanjang sejak Agustus.

Indeks saham S&P 500 menguat 0,65 persen ke posisi 3.968,94. Level itu merupakan tertinggi baru. Indeks saham Nasdaq naik 1,1 persen ke posisi 13.459,71.

Saham perusahaan kapitalisasi kecil yang masuk indeks Russell 2000 naik 0,3 persen dan mencetak rekor baru. Saham menguat jelang penutupan perdagangan. Adapun harapan pembukaan kembali ekonomi berdampak terhadap kenaikan harga saham termasuk teknologi. best profit

Di wall street, saham American Airlines dan United Airlines masing-masing naik 7,7 persen dan 8,3 persen. Saham maskapai mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun ketika vaksin COVID-19 diluncurkan dan orang AS kembali berlibur.

Saham Apple menguat 2,5 persen terutama saat perdagangan saham Senin sore. Dengan kenaikan tersebut memangkas kerugian menjadi di bawah tujuh persen pada 2021.

Adapun sentimen paket stimulus COVID-19 senilai USD 1,9 triliun yang menjadi undang-undang pada pekan lalu, IRS mulai memproses pembayaran langsung bantuan USD 1.400 kepada jutaan warga Amerika Serikat (AS) yang diharapkan dapat menambah kekuatan ekonomi yang sudah pulih.

Pada perdagangan saham Senin ini juga sempat capai titik terendah saat Italia bergabung dengan Prancis, Jerman, Irlandia dan Belanda dalam menangguhkan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh AstraZenecca dan Universitas Oxford karena masalah pembekuan darah. best profit

"Investor harus terus bergulat dengan kecemasan tentang overheating ekonomi dan pengetatan the Federal Reserve yang telah mencengkeram pasar dalam beberapa pekan terakhir. Kami percaya valuasi ekuitas harus mampu mencerna sentimen imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun yang mencapai 2 persen tanpa banyak kesulitan,” tulis Chief US Equity Strategist David Kostin dalam sebuah catatan.

Adapun imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sekitar 1,6 persen pada awal pekan ini setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

Lonjakan imbal hasil obligasi telah menjadi kendala kenaikan harga saham dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu juga mendorong investor memilih sektor saham siklikal. best profit

“Imbal hasil obligasi AS tetap menjadi risiko utama yang dihadapi pasar saham. Namun, sejauh ini, mereka tenang dan karena naiknya cepat baru-baru ini menjadi terhenti. Itu memungkinkan investor untuk lebih fokus pada seberapa imbal hasil tetap rendah secara keseluruhan,” kata Chief Investment Leuthold Group Jim Paulsen.

Pada pekan lalu, indeks saham Dow Jones naik empat persen dan indeks saham S&P 500 menguat 2,6 persen. Indeks saham S&P 500 dan Dow Jones menguat ke level tertinggi pada Jumat pekan ini.

Indeks saham Nasdaq menguat tiga persen, meski aksi jual terjadi pada Jumat pekan ini karena didorong kenaikan suku bunga.

Investor akan bersiap pada Rabu pekan ini mencermati hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve. Bank sentral AS akan menyampaikan keputusannya tentang suku bunga.

Bank sentral AS diharapkan mengakui pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik. Investor obligasi juga mengamati apakah pejabat the Federal Reserve akan mengubah prospek suku bunga hingga 2023. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, March 14, 2021

Best Profit | Harga Emas Ditutup Menguat Tipis di Akhir Pekan

 


Best Profit (15/3) - Harga emas naik lebih tinggi pada hari Jumat dan berada di jalur mingguan terbaik mereka. Hal ini karena sedikit pelemahan dolar AS dan pasar ekuitas mengimbangi tekanan dari kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (13/3/2021), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1,724,16 per ounce, setelah jatuh sebanyak 1,4 persen di awal sesi. Emas naik 1,4 persen sepanjang minggu ini.

Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,2 persen pada USD 1.719,80.

"Kami telah melihat sedikit pelemahan dalam dolar AS (indeks), dolar AS merosot dari sekitar 92 menjadi sekarang lebih dari 91,6," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities. best profit

"Ada sedikit risiko dari sentimen dan saya menduga tingkat psikologis USD 1.700 di mana orang tidak benar-benar siap untuk turun menghasilkan sedikit rebound di pasar emas," tambahnya.

Tolok ukur imbal hasil Treasury AS naik setinggi 1,642 persen, puncak lebih dari satu tahun. Sementara itu, indeks dolar memangkas keuntungan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa investor memandang harga emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus. Tetapi imbal hasil Treasury yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik komoditas non-imbal hasil. best profit

Presiden Joe Biden pada hari Kamis menandatangani tagihan stimulus USD 1,9 triliun menjadi undang-undang dan mengatakan dia sedang bekerja untuk membuat Amerika Serikat lebih dekat ke keadaan normal pada 4 Juli.

"Dengan permintaan fisik yang memberikan alasan, kami ragu harga emas akan turun di bawah USD 1.600 per ounce tahun ini," kata analis Capital Economics dalam sebuah catatan.

“Mengingat perkiraan kami untuk penurunan harga logam industri akhir tahun ini, kami tidak akan terkejut jika harga perak turun relatif terhadap harga emas,” pungkasnya. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, March 11, 2021

Best Profit | Warga AS Segera Dapat BLT Rp 20 Juta, Wall Street Perkasa

 


Best Profit (12/3) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan saham Kamis, 11 Maret 2021. Saham teknologi kembali menguat mengangkat wall street. Sementara itu, penandatanganan stimulus fiskal tambahan COVID-19 oleh Presiden AS Joe Biden memberi sentimen dorongan lebih lanjut ke bursa saham.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham S&P 500 melonjak 1 persen menjadi 3.939,34, dan mencapai penutupan tertinggi baru. Indeks saham Nasdaq naik 2,5 persen ke posisi 13.398,67 seiring rotasi kembali ke saham teknologi.

Indeks saham Nasdaq menguat juga dipicu saham Tesla naik 4,7 persen, sementara itu saham Facebook, Alphabet, dan Netflix masing-masing naik tiga persen.

Indeks saham Dow Jones menguat 188,57 poin atau 0,6 persen ke posisi 32.485,59. Di awal sesi perdagangan, indeks saham acuan ini naik lebih dari 300 poin untuk mencapai rekor tertinggi intraday. Penguatan wall street itu didorong sentimen paket stimulus COVID-19. best profit

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden teken paket stimulus COVID-19 senilai USD 1,9 triliun menjadi undang-undang pada Kamis sore waktu setempat.

Paket stimulus COVID-19 itu terdiri dari pembayaran langsung hingga USD 1.400 atau Rp 20,12 juta (asumsi kurs Rp 14.374 per dolar AS) kepada warga AS dan juga akan menempatkan dana hampir USD 20 miliar untuk vaksinasi COVID-19 dan USD 350 miliar untuk bantuan negara bagian, lokal dan suku. Gedung Putih mengatakan, paket stimulus bisa mulai masuk ke rekening bank akhir pekan ini.

"Stimulus mengangkat pasar. Dan nilai riil yang mendekati negatif secara historis merupakan penarik yang sangat kuat untuk harga aset. Hal itu dapat diabaikan setiap hari, terutama ketika orang-orang khawatir inflasi akan membengkak, tetapi pada akhirnya inflasi akan kembali normal," ujar Chief Investment Officer Horizon Investments, Scott Ladner, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (12/3/2021).

Saham teknologi dan growth stock pulih dari koreksi yang dipicu oleh kenaikan suku bunga. Suku bunga lebh tinggi membuat kurang menarik bagi investor dan dapat menekan saham. best profit

Saham-saham unggulan kembali melonjak tajam pada perdagangan Kamis pekan ini setelah asosiasi perdagangan semi konduktor China membentuk kelompok baru untuk bekerja dengan mitra AS guna meredakan ketegangan perdagangan baru-baru ini di antara kedua negara. Nvidia dan AMD masing-masing melonjak lebih dari empat persen, sementara Xilinx melonjak 6,2 persen.

Indeks saham Nasdaq merosot ke wilayah koreksi pada Senin, atau turun lebih dari 10 persen dari level tertinggi baru-baru ini. Indeks saham acuan teknologi turun sekitar 5,5 persen.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun yang melemah dari level tertingginya 1,6 persen, sedikit berubah menjadi 1,52 persen pada Kamis waktu setempat. best profit

Di sisi lain, investor juga menyambut baik rilis data klaim pengangguran mingguan yang sedikit lebih baik dari perkiraan.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pengajuan pertama kali untuk asuransi pengangguran pada pekan terakhir 6 Maret 2021 berjumlah 712.000. Angka ini di bawah perkiraan Dow Jones 725.000.

"Penurunan klaim pengangguran adalah kemenangan lain untuk pekan ini dan pertanda kuat. Ada gambaran yang cukup optimistis meski pun ada beberapa kegelisahan pasar terkait inflasi yang telah kita lihat selama beberapa minggu terakhir,” ujar Direktur E-Trade Financial Mike Loewengart.

Adapun pembukaan kembali ekonomi ditambah dengan stimulus fiskal tambahan, mempercepat rotasi ke sektor yang lebih siklikal seperti energi. Sektor saham energi indeks S&P 500 menjadi pemenang terbesar pada 2021, dengan naik hampir 40 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, March 10, 2021

Best Profit | Harga Emas Paling Mahal dalam Sepekan Usai Ambruk ke Posisi Terendah

 


Best Profit (11/3) - Harga emas mencapai level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena imbal hasil Treasury AS berkurang setelah data inflasi yang lemah. Harga emas batangan juga terus naik seiring dengan pelemahan dolar AS.

Dikutip dari CNBC, Kamis (11/3/2021), harga emas di pasar spot emas naik 0,2 persen di level USD 1.718,36 per ounce, setelah melonjak  ke level USD 1,723,31. Sedangkan harga emas berjangka naik 0,19 persen menjadi USD 1.720.

"Harga emas masih mengambil isyarat dari pasar Treasury dan data hari ini mengurangi kekhawatiran tentang inflasi jangka pendek," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA.

Imbal hasil Treasury AS untuk jangka waktu 10 tahun tergelincir setelah data menunjukkan harga konsumen AS meningkat pada bulan Februari, meskipun tetap terjadi inflasi. best profit

Status emas sebagai lindung nilai inflasi dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi. Harga emas sempat jatuh ke level terendah dalam 9 bulan pada perdagangan Senin, di level USD 1.676,10.

Suku bunga riil telah meningkat tajam selama beberapa minggu terakhir karena tingkat nominal yang lebih tinggi, tanpa kenaikan ekspektasi inflasi yang sepadan, tulis TD Securities dalam sebuah catatan.

"Dengan penerbitan Treasury besar-besaran di cakrawala, tekanan pada suku bunga yang lebih tinggi akan terus membebani harga emas dalam waktu dekat," tulisnya. best profit

Selain harga emas, harga perak juga naik 0,5 persen menjadi USD 26,04 per ounce. harga palladium stabil di USD 2.296,76, sementara platinum melonjak 1,7 persen menjadi USD 1.188,82.

Harga emas naik 2 persen pada hari Selasa. Ini karena mendapat kelonggaran dari penurunan imbal hasil Treasury AS dan dolar AS menyusul penurunan ke level terendah sembilan bulan di sesi terakhir.

Dikutip dari CNBC, Rabu (10/3/2021), harga emas di pasar spot emas naik 2,1 persen menjadi USD 1,717,25 per ounce. Harga emas berjangka AS ditutup naik 2,3 persen menjadi USD 1.716,90.

"Mengingat sifat logam yang menghasilkan nol, penurunan imbal hasil dapat menjadi penarik bagi harga emas untuk menaikkan harga lebih tinggi," kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM.

Tapi sementara harga emas dapat memperpanjang kenaikan dalam waktu dekat. "Pada dasarnya, pendulum berayun mendukung beruang terutama ketika memperhitungkan bagaimana sentimen global membaik pada peluncuran vaksin dan kasus COVID-19 turun secara global," tambahnya. best profit

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mereda, dan dolar tergelincir terhadap mata uang saingan.

Harga emas juga didukung oleh beberapa aksi berburu barang murah, kata analis StoneX, Rhona O'Connell.

Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah menantang status bullion sebagai lindung nilai inflasi tahun ini.

"Tapi ada perpecahan, karena beberapa orang berpikir pasar obligasi telah jauh turun, (sementara) orang lain mengatakan bahwa karena distribusi posisi, beberapa manajer mungkin mulai melihat penyeimbangan kembali," ucap Rhona. best profit

Kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun ke level terendah sejak April 2020 pada hari Senin.

Arus keluar ETF mengindikasikan berkurangnya minat investor, kata analis Xiao Fu dari Bank of China International.

Sentimen harga emas lainnya, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan sikap kebijakan mudah Fed saat ini tetap sesuai, menjelang pertemuan mereka pada hari Kamis, pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa terbagi atas manfaat intervensi dengan meningkatkan pembelian obligasi. best profit

Sumber : Liputan6