Monday, March 29, 2021

Best Profit | Wall Street Bervariasi, Indeks Saham Dow Jones Kembali Cetak Rekor

 


Best Profit (30/3) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan saham Senin, 29 Maret 2021. Indeks saham Dow Jones mencapai rekor baru meski saham bank turun karena margin call.

Pada penutupan wall street, indeks saham Dow Jones naik 98 poin ke posisi 33.171. Indeks saham S&P 500 turun 0,09 persen menjadi 3.971 setelah turun 0,8 persen. Indeks saham Nasdaq tergelincir 0,6 persen menjadi 13.059.

Saham ViacomCBS dan Discovery bergejolak setelah tekanan jual yang terjadi pada pekan lalu. Kedua perusahaan itu diyakini akan terkena likuidasi paksa atas posisi yang dipegang oleh perusahaan keluarga Archegos Capital Management. Hal itu berdasarkan sumber yang ketahui kondisi tersebut, dilansir dari CNBC, Selasa (30/3/2021).

Saham Discovery turun 1,6 persen, sementara saham ViacomCBS melemah 6,7 persen. Kedua perusahaan masing-masing telah susut 27 persen selama aksi jual yang terjadi. best profit

Di tempat lain, saham Boeing naik 2,3 persen di tengah kabar Southwest Airlines telah menambahkan 100 pesanan untuk pesawat jet 737 Max. 30 pesawat jet pertama dijadwalkan dikirim pada 2022.

Saham Credit Suisse melemah 11,5 persen seiring perseroan memperingatkan akan hadapi pukulan “signifikan” untuk kuartal I 2021 karena harus keluar dari posisi hedge fund. Nomura juga memperingatkan kalau bisa terkena sehingga mendorong sahamnya turun 14 persen.

Saham bank bebani indeks saham Dow dengan saham Morgan Stanley turun 2,6 persen, saham JPMorgan Chase susut 1,6 persen. Pelemahan saham bank terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah naik tipis pada pekan ini.

Menurut Bespoke Investment Group, meski saham terpukul dari keterpurukan Archegos, situasinya tidak mungkin berdampak permanen pada pasar yang lebih luas. best profit

Pada Jumat pekan lalu, indeks saham acuan reli ke posisi tertinggi dengan indeks saham Dow Jones ditutup naik 450 poin. Indeks saham S&P 500 menguat 1,7 persen, dan mencapai penutupan rekor tertinggi. Indeks saham Nasdaq naik 1,2 persen.

Pelaku pasar pun bersiap untuk volatilitas yang tinggi seiring ada libur pada pekan ini. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi AS baru-baru ini juga dapat membuat manajer investasi menyesuaikan portofolionya.

Indeks saham Dow Jones dan S&P 500 masing-masing telah naik 7,2 persen dan 4,2 persen pada Maret. Sementara itu, indeks saham Nasdaq tergelincir satu persen karena investor merealisasikan keuntungan seiring kenaikan imbal hasil obligasi. best profit

Investor sedang menunggu pembaruan dari Presiden AS Joe Biden tentang rencana infrastrukturnya yang dapat menelan biaya USD 3 triliun. Joe Biden diharapkan mengungkapkannya pada Rabu pekan ini saat perjalanan ke Pittsburgh.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Pskai menuturkan, Biden berencana meluncurkan dua paket dalam beberapa bulan mendatang. Pertama mencakup infrastruktur. Kedua, mencakup kesehatan dan perawatan keluarga.

“Pasar tidak menempatkan peluang yang sangat tinggi pada cetak biru infrastruktur, atau pajak ini membuahkan hasil dan sementara Biden mungkin tidak akan mendapatkan semua yang dia minta, Demokrat dan Gedung Putih sangat berniat untuk meloloskan sejumlah tagihan substansial dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli.

Adapun wall street tutup untuk merayakan libur Jumat Agung. Akan tetapi, laporan data tenaga kerja pada Maret 2021 masih dijadwalkan untuk dirilis. Ekonom memperkirakan 630 ribu pekerjaan pada Maret, dan tingkat pengangguran turun menjadi enam persen dari sebelumnya 6,2 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, March 28, 2021

Best Profit | Harga Emas Nyangkut di Bawah USD 1.750, Bisakah Menguat?

 


Best Profit (29/3) - Harga emas terus berada di kisaran USD 1.700 per ounce pada perdagangan minggu lalu. Harga emas sulit menembus level resisten di USD 1.750 per ounce. Apakah hal ini akan terjadi terjadi pada minggu ini?

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kitco, suara para analis yang memperkirakan harga emas bakal naik sama besar dengan analis yang memperkirakan harga emas bakal tertekan.

Di antara para analis tersebut, banyak yang berpikir bahwa saat terjadi penurunan harga seperti saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengakumulasikan pembelian untuk jangka panjang.

"saya melihat harga emas akan berada di level USD 1.700 dan kemudian para investor akan terjun ke pasar melakukan pembelian," jelas kepala analis Bue Line Futures, Phillip Streible. best profit

"Imbal hasil obligasi AS tidak akan terus berada di level tertinggi selama-lamanya. Akan ada tren pembalikan dan kemudian emas akan memperoleh kesempatan yang baik," tambah dia.

Pada pekan ini, 16 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei Kitco. Dari jumlah tersebut 7 peserta atau 44 persen menyerukan harga emas akan naik.

Kemudian 8 analis atau 50 persen mengatakan harga emas akan mengalami tekanan. Sedangkan satu suara atau 6 persen menyqatakan netral.

Sementara itu, total 807 suara dari pelaku pasar diberikan dalam jajak pendapat online. Dari jumlah tersebut, 377 responden atau 47 persne menyatakan harga emas akan naik pada minggu ini.

Di luar itu, 255 lainnya atau 32 persen harga emas akan mengalami tekanan dan 175 pemilih, atau 22 persen memilih netral. best profit

Analis dan pelaku pasar terbagi dua pada survei pekan ini karena harga emas mengakhiri minggu kemarin dengan melemah 0,5 persen. Harga emas berjangka untuk pengiriman Juni ditutup pada level USD 1.735 per ounce.

Dengan perdagangan di kisaran yang cukup sempit antara USD 1.700 per ounce dan USD 1.750 per unce, analis mengatakan bahwa ada kesempatan untuk bullish dan bearish untuk harga logam mulia tersebut.

Banyak pelaku pasar memperkirakan gerak harga emas bergantung pada apa yang terjadi dengan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang terus bertahan di dekat level tertinggi lebih dari satu tahun. best profit

"Perkembangan yang menggembirakan vaksin di AS telah memicu harapan untuk pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, akibatnya meningkatkan selera untuk dolar AS. Jika dolar AS terus menguat pada minggu ini maka akan menyeret harga emas ke level yang lebih rendah," kata analis senior FXTM, Lukman Otunuga.

Sedangkan Kepala analis mata uang Forexlive.com Adam Button menjelaskan, dolar AS memang terus menguat pada pekan lalu. Kemungkinan akan berlanjut di pekan ini.

"Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk kembali ke emas. Dolar AS menunjukkan banyak tanda positif," jelas dia. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, March 25, 2021

Best Profit | Harga Emas Jatuh Imbas Penguatan Dolar AS

 


Best Profit (26/3) - Harga emas jatuh pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta) karena imbal hasil Treasury AS naik dan dolar mencapai level tertinggi selama 4 bulan. Hal ini merusak daya tarik terhadap logam seperti emas.

Dikutip dari CNBC, Jumat (26/3/2021), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.727,01 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,5 persen menjadi USD 1.725,10.

Imbal hasil Treasury patokan AS sedikit naik. Indeks dolar naik 0,4 persen, setelah mencapai level tertinggi sejak 13 November di 91,92 pada awal sesi perdagangan. Ini membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Anda melihat perbedaan besar dalam suku bunga obligasi pemerintah antara AS dan negara Eropa lainnya dan itu menyebabkan peningkatan aliran ke greenback dan itu membebani logam mulia (emas)," kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff. best profit

"Momentum (untuk harga emas) berada di sisi bearish, jadi Anda harus melihat harga sedikit rebound agar kenaikkan mendapatkan keyakinan bahwa semacam keberlanjutan ke atas dapat dicapai," ungkap dia.

Kerugian harga emas terjadi meskipun sentimen di pasar keuangan yang lebih luas dilemahkan oleh babak baru pembatasan virus Covid-19 di zona euro.

Harga perak turun 0,3 persen menjadi USD 25,01 per ons, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah lebih dari dua bulan di USD 24,39.

Mitra Pengelola CPM Group Jeffrey Christian mengatakan, Perak akan mendapat dukungan sekitar USD 24-USD 25 dan kemudian naik sedikit selama April menyusul kemungkinan kenaikan harga emas dan harapan investor untuk permintaan industri fabrikasi logam yang lebih kuat. best profit

Sama seperti harga emas, harga palladium juga turun 0,8 persen menjadi USD 2.612,48 dan platinum turun 1,4 persen menjadi USD 1.151.00. Meskipun mungkin ada lebih banyak pasokan platinum dari Afrika Selatan tahun ini, peningkatan permintaan mobil kemungkinan akan memacu kekurangan di tahun-tahun mendatang, kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Harga emas Antam atau PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik. Harga emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 924 ribu per gram, pada Kamis (25/3/2021).

Adapun harga emas Antam buyback naik Rp 5.000 menjadi Rp 805 ribu per gram.  Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 805 ribu per gram.

KemenkopUKM Sosialisasikan PP No. 7/2021 untuk Optimalisasi Pengimplementasian Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.37 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. best profit

Antam juga menyediakan emas dalam bentuk lain, seperti koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.590.000, dan ukuran 20 gram dijual Rp 18.540.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, March 24, 2021

Best Profit | Testimoni Gubernur The Fed Dorong Harga Emas Dunia Naik

 


Best Profit (25/3) - Harga emas naik mengambil peluang kenaikan imbal hasil treasury AS dan Dolar yang melandai. Logam safe-haven menarik dukungan dari seruan berulang Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk mempertahankan suku bunga rendah yang mendekati nol.

Melansir laman CNBC, Kamis (25/3/2021), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.733,39 per ounce. Adapun harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5 persen menjadi USD 1.733,20.

"The Fed mengatakan bahwa terlepas dari kenyataan dapat melihat beberapa inflasi yang lebih tinggi, mereka akan melihat ini akan terlewati sehingga pada akhirnya berarti kita dapat melihat lonjakan inflasi dan Fed tetap di sela-sela ... faktor-faktor tersebut membantu emas di sini," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Gubernur The Fed Powell mengatakan kepada anggota parlemen, dia mengharapkan angka inflasi akan "tidak terlalu besar atau persisten." Bank sentral AS berjanji untuk mempertahankan suku bunga tetap mendekati nol dalam pertemuan kebijakannya minggu lalu. best profit

Harga emas masih menuai untung meskipun dolar bergerak naik. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas bisa naik ke posisi USD 1.900 lagi, demikian pula dolar kembali menguat dalam waktu dekat ini. Ini seiring adanya lockdown di Eropa dan potensi kinerja yang lebih baik dari Amerika Serikat versus ekonomi lain, tetap menjadi hambatan untuk emas, Melek menambahkan. best profit

Imbal hasil yang lebih tinggi juga menantang status emas sebagai lindung nilai inflasi. Emas tidak mungkin bergerak keluar dari kisaran USD 1.700 hingga USD 1.750 sampai akhir tahun.

"Ini ketika pertumbuhan dan inflasi kemungkinan terhenti imbas investor yang cenderung menyukai aset dan komoditas yang melacak inflasi yang lebih tinggi sampai saat itu," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Di sisi lain, harga paladium naik 1,2 persen menjadi USD 2.635,19 per ounce dan perak naik 0,2 persen menjadi USD 25,12. Platinum naik 0,4 persen menjadi USD 1.172,82. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, March 23, 2021

Best Profit | Investor Khawatir Kasus COVID-19 Meningkat, Wall Street Merosot

 


Best Profit (24/3) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan saham Selasa, 23 Maret 2021. Indeks saham Nasdaq memimpin pelemahan di antara tiga indeks saham acuan. Hal tersebut dipicu kekhawatiran kasus COVID-19 meningkat dan pembatasan di sejumlah negara.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham S&P 500 melemah 0,8 persen menjadi 3.910,52 yang didorong sektor saham industri dan bahan baku.

Indeks saham Dow Jones susut 308,05 poin atau 0,9 persen menjadi 32.423,15 yang dipicu penurunan saham Caterpillar sebesar 3,4 persen.

Indeks saham Nasdaq turun 1,1 persen menjadi 13.227,70. Indeks saham Russell 2000 tergelincir 3,6 persen menjadi 2.185,69. best profit

Saham perusahaan travel dan ritel alami aksi jual seiring pembatasan baru secara global untuk mencegah penyebaran COVID-19. Saham Carnival dan Norwegian Cruise masing-masing turun lebih dari tujuh persen. American Airline dan United Airlines masing-masing tergelincir lebih dari enam persen. Saham GAP susut hampir 8 persen.

Sebelumnya, indeks saham acuan menguat pada Senin seiring aksi beli investor di saham teknologi. Hal ini dipicu imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun. Pada perdagangan Selasa, imbal hasil obligasi turun enam poin menjadi 1,62 persen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sebagian besar wilayah di dunia melihat peningkatan kasus COVID-19 baru karena varian yang sangat menular terus menyebar.

Jerman memperpanjang lockdown hingga 18 April 2021. Sementara itu, hampir sepertiga Prancis memasuki pembatasan selama sebulan pada Sabtu pekan ini. best profit

Di sisi lain, harga minyak turun lebih dari enam persen di tengah ancaman gelombang ketiga infeksi global.

“Meski pun terjadi perbaikan besar, gelombnag pandemi COVID-19 membuat sebagian besar penduduk rentan secara medis dan ekonomi. Butuh waktu untuk sembuh. Program vaksinasi COVID-19 akan mengendalikan penyebarannya, tetapi itu akan memakan waktu,” ujar Chief Investment Officer Commonwealth Financial Network, Brad McMillan, seperti dilansir dari CNBC, Rabu (24/3/2021).

AS memberikan sekitar 2,5 juta suntikan vaksin COVID-19 setiap hari. Namum, jumlah kasus baru meningkat di 21 negara baru karena gubernur melonggarkan pembatasan bisnis. Pada Selasa, badan kesehatan AS menyatakan keprihatianannya AstraZeneca mungkin memasukkan informasi lama dalam hasil uji coba vaksin COVID-19. best profit

Selain itu, pada perdagangan saham Selasa waktu setempat menandai peringatan satu tahun pandemi COVID-19 setelah krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya mendorong indeks saham S&P 500 turun 30 persen hanya dalam 22 hari seiring aksi jual yang terjadi.

Indeks saham S&P 500 telah reli 80 persen dari level terendah dalam satu tahun, dan menandai awal terbaik untuk pasar saham yang cenderung menguat. Indeks saham Nasdaq menguat lebih dari 90 persen, sedangkan indeks saham Dow Jones naik 75 persen.

“Reli pasar saham adalah memperkirakan harapan pertumbuhan ekonomi, dan saya pikir harapan itu membuahkan hasil,” ujar Investment Strategist Edward Jones.

Ia menambahkan, pasar saham akan positif tetapi tidak sekuat selama 12 bulan terakhir. Pergerakan pasar saham diprediksi akan bergejolak. “Dan saya pikir jalannya akan sedikit bergelombang di sepanjang jalan,” tutur dia. best profit

Berdasarkan survei CNBC Market Strategist  sejarah menunjukkan pasar saham yang positif seperti biasanya membawa reli yang kuat pada tahun kedua meski kenaikan relatif tenang. Target konsensus untuk indeks saham acuan S&P 500 berada di 4.099.

“Setelah menguat 80 persen pada harga saham sejak posisi terendah pada Maret 2020, wajar untuk menunjukkan banyak kabar baik mulai diapresiasi dan potensi kenaikan menjadi lebih terbatas,” ujar Chief US Equity Strategist Citi, Tobias LevKovich.

Ketua the Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen tampil bersama untuk perama kali di depan Komite Jasa Keuangan AS. Duo ini mengakui harga aset yang sangat bernilai di pasar, tetapi mengatakan mereka tidak mengkhawatirkan stabilitas keuangan. best profit

“Saya mengatakan sementara aset valuasi ditingkatkan oleh metrik historis, ada juga keyakinan dengan program vaksinasi COVID-19 yang berjalan dengan cepat, ekonomi akan dapat kembali ke jalurnya. Menurut saya dalam lingkungan dengan harga aset yang tinggi, penting bagi regulator adalah memastikan sektor keuangan tangguh dan memastikan pasar bekerja dengan baik,” ujar Yellen.

Sementara itu, Powell menekankan ketika tiba waktunya untuk membatalkan pembelian aset bernilai miliaran dolar AS, bank sentral akan berkomunikasi dengan hati-hati dan bergerak perlahan.

“Dalam hal bergerak maju, kami telah mengatakan bahwa kami akan mulai mengurangi pembelian aset kami ketika kami melihat kemajuan substansial lebih lanjut menuju tujuan kami. Jika itu terjadi, kami akan berkomunikasi dengan baik sebelum waktu tapering,” kata dia. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, March 22, 2021

Best Profit | Harga Emas Tergelincir 1 Persen karena Penguatan Pasar Saham

 


Best Profit (23/3) - Harga emas turun 1 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pelemahan harga emas ini tetetap terjadi meskipun nilai tukar dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi AS juga sedikit monggar.

Mengutip CNBC, Selasa (23/3/2021), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.738,93 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,2 persen ke level USD 1.738,1 per ounce.

"Harga emas seharusnya bergeral lebih tinggi, tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Ini berbeda korelasinya," jelas analis CMC Markets Inggris, David Madden.

Ia menambahkan, dalam kondisi saat ini, harga emas bisa tergelincir jauh lebih dalam jika nilai tukar dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi AS naik.

Harga emas turun 1 persen dalam sesi perdagangan Senin karena investor berbondong-bondong ke dolar AS dan obligasi pemerintah. Hal ini karena dihantui oleh keputusan Turki untuk mengganti kepala bank sentral karena kritik terhadap suku bunga tinggi. best profit

“Jika warga Turki khawatir bahwa lira lemah maka mereka akan membeli dolar AS atau emas, tetapi di sinilah ketakutan datang bahwa kontrol modal akan menghentikan uang masuk ke negara itu. Bisa jadi rumit bagi orang-orang untuk mendapatkan dolar AS, dan sebagai gantinya emas, dalam beberapa minggu ke depan, ” tambah Madden.

Penguatan Wall Street juga menjadi pendorong pelemahan harga emas. "Pelaku pasar ingin melihat harga emas di atas USD 1.750 dan bertahan di sana," kata analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

Harga emas dilaporkan mulai berada di radar investor karena harganya terlihat akan mengakhiri pekan lalu dengan catatan teknis yang kuat. Hal ini diprediksi terjadi meskipun ada lonjakan dalam imbal hasil obligasi.

Dikutip dari Kitco pada Senin (22/3/2021), setelah diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga pekan setelah pernyataan dovish the Fed, harga emas berhasil mengabaikan imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang naik ke level tertinggi selama 14 bulan sebesar 1,75 persen pada Jumat (19/3/2021). best profit

Harga emas berjangka April Comex pada Jumat pekan lalu sempat diperdagangkan pada USD 1.742,60, naik lebih dari 1 persen.

Bank sentral AS merevisi naik PDB 2021 dan ekspektasi inflasi masing-masing menjadi 6,5 persen dan 2,4 persen. Namun menekan bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2023. Pimpinan The Fed, Jerome Powell, terus menyebut setiap lonjakan harga sebagai sementara mengabaikan kenaikan imbal hasil.

The Fed pada Jumat kembali melancarkan serangan balik ke pasar dengan menolak memperpanjang pengecualian aturan leverage bank sementara, yang akan berakhir pada bulan ini. Aturan tersebut mengecualikan Departemen Keuangan AS dan deposito bank sentral dari supplementary leverage ratio (SLR) atau rasio likuiditas wajib setelah 31 Maret 2021.

Terkait dengan hal tersebut, harga emas memiliki kinerja yang layak bertahan di atas USD 1.730 per ounce. Sementara ekuitas dan minyak turun. Hal tersebut diungkapkan Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, kepada Kitco News. best profit

"Emas sebagai kelas aset telah naik ke daftar investor. Logam mulia tidak relevan dalam beberapa pekan lalu; ada lebih banyak aksi di pasar. Tapi sekarang, naik kembali. Emas adalah pemain di lapangan lagi setelah diam beberapa saat," kata Streible.

Beberapa investor mulai melihat emas di tengah volatilitas pasar. Menurut ahli pasar senior LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss, emas telah diperdagangkan dengan baik terhadap komoditas lain, termasuk perak dan tembaga.

"Rata-rata pergerakan 10 hari mulai naik, dan saya mengantisipasi penutupan di atas 20 hari untuk pertama kalinya sejak 7 Januari," tutur Nedoss. Ia menambahkan hal tersebut adalah tanda-tanda bagus untuk emas.

Streible menambahkan, emas masih berisiko untuk pergi ke salah satu arah. "Bisa turun melalui USD 1.700 dengan mudah jika imbal hasil terus naik. Tapi dorongan melalui USD 1.750 mungkin kembali," tuturnya. best profit

Menurut Nedoss, fakta bahwa harga emas tidak hilang di level USD 1.700 pada pekan ini sangat bagus. "Sisi negatifnya, saya tidak ingin melihat penutupan di atas posisi terendah kemarin di bawah USD 1.720. Jika kita bisa menutup di atas USD 1.750 per ounce, itu kan menjadi hal yang bagus untuk emas," katanya.

Selain itu, geopolitik kembali menjadi perhatian dalam perdagangan emas. Pejabat tinggi AS dan Tiongkok bentrok selama pertemuan tingkat tinggi pertama dengan pemerintahan Joe Biden.

"Kami akan membahas keprihatinan mendalam kami dengan tindakan Tiongkok termasuk Xinjiang, Hong Kong, Taiwan, serangan siber pada AS, pemaksaan ekonomi sekutu kami," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam pertemuan yang berlangsung di Anchorage, Alaska. best profit

Sebagai tanggapan, diplomat top Tiongkok Yang Jiechi mengatakan, "AS menggunakan kekuatan militer dan hegemoni keuangannya untuk menjalankan yurisdiksi jangka panjang dan menekan negara lain. Itu menyalahgunakan apa yang disebut pengertian keamanan nasional untuk menghalangi pertukaran perdagangan normal dan menghasut beberapa negara menyerang Tiongkok."

Nedoss mengatakan, terkait masalah kesepakatan perdagangan, pembicaraan AS dan Tiongkok tidak dimulai dengan baik.

Ketidakpastian geopolitik telah memengaruhi emas. "Geopolitik berada di depan dan tengah saat ini, begitu pula dengan imbal hasil dan volatilitas pasar. Jika volatilitas turun, imbal hasil mungkin akan terus naik. Jika ada gejolak lain dalam geopolitik, mungkin ada beberapa pembelian aman," jelas Streible. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, March 21, 2021

Best Profit | Ada Tanda Perbaikan, Harga Emas Mulai Bangkit di Pekan Ini?

 


Best Profit (22/3) - Harga emas dilaporkan mulai berada di radar investor karena harganya terlihat akan mengakhiri pekan lalu dengan catatan teknis yang kuat. Hal ini diprediksi terjadi meskipun ada lonjakan dalam imbal hasil obligasi.

Dikutip dari Kitco pada Senin (22/3/2021), setelah diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga pekan setelah pernyataan dovish the Fed, harga emas berhasil mengabaikan imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang naik ke level tertinggi selama 14 bulan sebesar 1,75 persen pada Jumat (19/3/2021).

Harga emas berjangka April Comex pada Jumat pekan lalu sempat diperdagangkan pada USD 1.742,60, naik lebih dari 1 persen.

Bank sentral AS merevisi naik PDB 2021 dan ekspektasi inflasi masing-masing menjadi 6,5 persen dan 2,4 persen. Namun menekan bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2023. Pimpinan The Fed, Jerome Powell, terus menyebut setiap lonjakan harga sebagai sementara mengabaikan kenaikan imbal hasil. best profit

The Fed pada Jumat kembali melancarkan serangan balik ke pasar dengan menolak memperpanjang pengecualian aturan leverage bank sementara, yang akan berakhir pada bulan ini. Aturan tersebut mengecualikan Departemen Keuangan AS dan deposito bank sentral dari supplementary leverage ratio (SLR) atau rasio likuiditas wajib setelah 31 Maret 2021.

Terkait dengan hal tersebut, harga emas memiliki kinerja yang layak bertahan di atas USD 1.730 per ounce. Sementara ekuitas dan minyak turun. Hal tersebut diungkapkan Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, kepada Kitco News.

"Emas sebagai kelas aset telah naik ke daftar investor. Logam mulia tidak relevan dalam beberapa pekan lalu; ada lebih banyak aksi di pasar. Tapi sekarang, naik kembali. Emas adalah pemain di lapangan lagi setelah diam beberapa saat," kata Streible. best profit

Beberapa investor mulai melihat emas di tengah volatilitas pasar. Menurut ahli pasar senior LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss, emas telah diperdagangkan dengan baik terhadap komoditas lain, termasuk perak dan tembaga.

"Rata-rata pergerakan 10 hari mulai naik, dan saya mengantisipasi penutupan di atas 20 hari untuk pertama kalinya sejak 7 Januari," tutur Nedoss. Ia menambahkan hal tersebut adalah tanda-tanda bagus untuk emas.

Streible menambahkan, emas masih berisiko untuk pergi ke salah satu arah. "Bisa turun melalui USD 1.700 dengan mudah jika imbal hasil terus naik. Tapi dorongan melalui USD 1.750 mungkin kembali," tuturnya. best profit

Menurut Nedoss, fakta bahwa harga emas tidak hilang di level USD 1.700 pada pekan ini sangat bagus. "Sisi negatifnya, saya tidak ingin melihat penutupan di atas posisi terendah kemarin di bawah USD 1.720. Jika kita bisa menutup di atas USD 1.750 per ounce, itu kan menjadi hal yang bagus untuk emas," katanya.

Selain itu, geopolitik kembali menjadi perhatian dalam perdagangan emas. Pejabat tinggi AS dan Tiongkok bentrok selama pertemuan tingkat tinggi pertama dengan pemerintahan Joe Biden.

"Kami akan membahas keprihatinan mendalam kami dengan tindakan Tiongkok termasuk Xinjiang, Hong Kong, Taiwan, serangan siber pada AS, pemaksaan ekonomi sekutu kami," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam pertemuan yang berlangsung di Anchorage, Alaska. best profit

Sebagai tanggapan, diplomat top Tiongkok Yang Jiechi mengatakan, "AS menggunakan kekuatan militer dan hegemoni keuangannya untuk menjalankan yurisdiksi jangka panjang dan menekan negara lain. Itu menyalahgunakan apa yang disebut pengertian keamanan nasional untuk menghalangi pertukaran perdagangan normal dan menghasut beberapa negara menyerang Tiongkok."

Nedoss mengatakan, terkait masalah kesepakatan perdagangan, pembicaraan AS dan Tiongkok tidak dimulai dengan baik.

Ketidakpastian geopolitik telah memengaruhi emas. "Geopolitik berada di depan dan tengah saat ini, begitu pula dengan imbal hasil dan volatilitas pasar. Jika volatilitas turun, imbal hasil mungkin akan terus naik. Jika ada gejolak lain dalam geopolitik, mungkin ada beberapa pembelian aman," jelas Streible. best profit

Sumber : Liputan6