Wednesday, August 16, 2023

Best Profit | Penurunan Harga Emas Menghadapi Rilis Risalah FOMC



Best Profit (17/8) – Dinamika kompleks antara harga emas dan kekuatan pasar kembali menjadi sorotan utama. Saat tirai ditutup pada sesi perdagangan Rabu, harga emas kembali merosot, menjadi tanda awal dari rilis yang dinantikan dengan banyak antusiasme, yaitu risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk bulan Juli. Pola penurunan ini telah berlanjut, menandai delapan sesi berturut-turut dengan pelemahan, mencatat rentetan kerugian terpanjang dalam lebih dari enam tahun.

Penurunan Nilai Logam Mulia
Di panggung sibuk perdagangan Bursa Komoditas New York (Comex), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember mengalami penurunan sebesar 6,90 dolar AS atau 0,36 persen, ditutup pada 1.928,30 dolar AS per ons. Gerakan ini mengikuti sesi di mana harga emas mencapai puncak sesi di 1.938,20 dolar AS dan titik terendah di 1.925,70 dolar AS. Angka yang sama pada hari Selasa juga tidak memberikan optimisme, dengan harga emas berjangka turun sebesar 8,80 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 1.935,20 dolar AS pada tanggal 15 Agustus. Trend serupa terjadi dalam beberapa hari sebelumnya, dengan penurunan sebesar 2,60 dolar AS atau 0,13 persen pada Senin dan 2,30 dolar AS atau 0,12 persen pada Jumat. best profit

Terungkapnya Risalah dan Dominasi Dolar
Rilis risalah pertemuan FOMC hanya menambah kekhawatiran yang ada. Risalah tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar pejabat Federal Reserve tetap khawatir tentang kemungkinan “risiko inflasi yang signifikan.” Setelah pengungkapan ini, indeks dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS terus naik.

Masa Depan yang Cenderung Bearish
Saluran penurunan harga emas tetap kuat, dengan level 1.900 dolar AS menjadi penghalang utama. Saat lanskap ekonomi berubah, demikian pula variabel-variabel yang memengaruhi harga emas. Data ekonomi terbaru menunjukkan hasil yang beragam. Para ekonom memperkirakan izin ini akan naik sebesar 2,1 persen dalam pengukuran bulan ke bulan. best profit

Baca Juga : Penurunan Harga Emas Berlanjut karena Data Ekonomi AS Melampaui Ekspektasi

Baca Juga : Emas Merosot ke Level Terendah dalam Lebih dari Sebulan

Tuesday, August 15, 2023

Best Profit | Penurunan Harga Emas Berlanjut karena Data Ekonomi AS Melampaui Ekspektasi


Best Profit (16/8) – Dalam dunia logam mulia, harga emas kembali mengalami penurunan, memperpanjang tren negatif selama tujuh hari berturut-turut. Harga emas ini ditutup pada level terendah dalam lebih dari sebulan, sebagai respons atas rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari yang diperkirakan. Fenomena ini menunjukkan keterkaitan kompleks antara faktor pasar dan indikator ekonomi yang membentuk pergerakan harga emas.

Terusnya Penurunan Harga Emas
Pada akhir sesi perdagangan Selasa, harga emas kembali menunjukkan pelemahan. Harga logam mulia ini mengalami penurunan akibat respons pasar terhadap serangkaian laporan ekonomi positif yang berasal dari Amerika Serikat. Tren penurunan ini, yang berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, menyoroti dampak perubahan data ekonomi terhadap pasar logam mulia.

Indikator Ekonomi dan Dinamika Pasar
Penurunan harga emas memiliki hubungan kompleks dengan berbagai faktor. Salah satu faktor penting adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan penguatan dolar AS. Kedua faktor ini mendapatkan momentum akibat data ekonomi yang melebihi perkiraan. best profit

Di Bursa Komoditas New York Comex, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember mengalami penurunan sebesar $8,80 atau 0,45 persen, ditutup pada level $1,935,20 per ons. Pergerakan ini diperkuat oleh fluktuasi antara level tertinggi pada $1,944,00 dan level terendah pada $1,927,50. Kontrak berjangka emas, yang mengalami penurunan sebesar $2,60 atau 0,13 persen menjadi $1,944,00 pada Senin (14 Agustus), sebelumnya mengalami penurunan sebesar $2,30 atau 0,12 persen menjadi $1,946,60 pada Jumat (11 Agustus), dan penurunan sebesar $1,70 atau 0,09 persen menjadi $1,948,90 pada Kamis (10 Agustus).

Pandangan Analis Pasar dan Prospek Ekonomi
Edward Moya, seorang analis pasar senior di OANDA, dengan singkat menjelaskan situasi ini: “Harga emas terus menurun sejak pertengahan Juli, dan tren negatif ini sepertinya belum berakhir karena dominasi dolar kembali.” Ungkapannya mencerminkan pengaruh kenaikan dolar AS terhadap pergerakan harga logam mulia.

Turbulensi selama sebulan terakhir di pasar emas diperburuk oleh kenaikan nilai dolar, sementara imbal hasil obligasi global juga mengalami peningkatan. Secara khusus, imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun mencapai level tertinggi intraday sejak November, mencatat kenaikan empat basis poin menjadi 4,229 persen pada Selasa (15 Agustus). Sementara itu, Indeks Dolar AS, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, mengalami penurunan sebesar 0,1 persen menjadi 103,13. best profit

Rilis Data dan Pertimbangan Masa Depan
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa (15 Agustus) bahwa penjualan ritel yang disesuaikan secara musiman tumbuh sebesar 0,7 persen pada Juli dibandingkan dengan Juni. Angka ini melampaui kenaikan sebesar 0,3 persen yang direvisi pada Juni dan harapan ekonom untuk kenaikan sebesar 0,4 persen. Data ekonomi positif ini memiliki efek menahan permintaan emas, yang mengakibatkan penurunan harga.

Data ekonomi lainnya yang dirilis pada hari yang sama memberikan hasil yang beragam. Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa Indeks Harga Impor AS naik sebesar 0,4 persen pada Juli, mencatat kenaikan terbesar sejak Mei 2022 dan melampaui proyeksi ekonom untuk kenaikan sebesar 0,2 persen. Di sisi lain, Indeks Manufaktur Empire State New York mengalami penurunan menjadi -19 pada Agustus dari 1,1 pada Juli, jauh di bawah ekspektasi pasar. Penurunan ini menandakan penurunan pertama dalam aktivitas manufaktur di negara bagian New York dalam tiga bulan.

Saat pasar mengolah perkembangan ini, Neel Kashkari, Presiden Federal Reserve Minneapolis, menyoroti tantangan berkelanjutan dalam menghadapi inflasi tinggi. Kashkari mempertanyakan apakah sudah cukup dilakukan untuk membawa inflasi kembali ke target 2,0 persen Fed dan mengisyaratkan kemungkinan pengetatan lebih lanjut. Sorotan kini tertuju pada rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juli, yang dijadwalkan akan diungkapkan pada Rabu. best profit

Di ranah logam mulia, perak untuk pengiriman September mengalami penurunan sebesar 0,23 persen, ditutup pada level $22,656 per ons. Demikian pula, platinum untuk pengiriman Oktober mengalami penurunan sebesar 1,61 persen, menetap pada level $892,20 per ons.

Sebagai kesimpulan, penurunan terkini di pasar emas menggarisbawahi hubungan rumit antara data ekonomi, sentimen pasar, dan nilai logam mulia. Dengan terus berkembangnya ekonomi global, para investor dan analis akan dengan cermat memantau dampak indikator ekonomi terhadap lanskap logam mulia. Pasar logam mulia, seperti pasar lainnya, terbentuk oleh arus dan pola informasi serta dinamika pasar.

Pemberitahuan: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh diartikan sebagai nasihat investasi. best profit

Baca Juga : Emas Merosot ke Level Terendah dalam Lebih dari Sebulan

Baca Juga : Mengamati Pergerakan Harga Emas Minggu Ini: Beli atau Jual?

Monday, August 14, 2023

PT Bestprofit Malang | Emas Merosot ke Level Terendah dalam Lebih dari Sebulan


PT Bestprofit Malang (15/8) – Di ranah pasar global, gemerlap emas semakin redup saat ia tergelincir ke level terendah dalam lebih dari sebulan. Laju penurunan yang telah berlangsung selama enam hari berturut-turut telah melemparkan bayang-bayang pada nilai logam mulia ini. Pada pagi Selasa, 15 Agustus 2023, harga emas berjangka mencapai titik terendahnya, memperpanjang penurunan yang dimulai pertengahan Juli. Penyebab di balik hilangnya daya tarik ini? Kekuatan kembali munculnya dolar Amerika.

Namun, seiring dengan terhembusnya angin penguatan dolar, potret penurunan emas menjadi sebuah cerita yang memikat, menciptakan serangkaian peristiwa yang tak tertandingi di jagad finansial.

Laju Turun yang Berkelanjutan

Ketidakbahagiaan bagi emas dimulai pertengahan Juli dan tren bearish tampaknya belum berakhir, seiring dengan dolar yang kuat kembali menguasai panggung. Kota Chicago menjadi saksi akan drama finansial ini, ketika harga emas berjangka mencapai level terendah dalam lebih dari sebulan, menandai penurunan sebesar 2,60 dolar AS atau 0,13 persen, dan ditutup pada 1.944,00 dolar AS per ons. Penurunan ini tidak berdiri sendiri, mengingat hal ini diikuti oleh satu minggu kerugian yang menyakitkan, yang merupakan yang terburuk dalam hampir dua bulan, semua dipicu oleh dominasi tak henti-hentinya dolar Amerika. bestprofit

Dominasi Dolar dan Sentimen Pasar

Keberlanjutan pemulihan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya telah menjadi beban berat bagi harga emas. Data ini, yang dilaporkan oleh FactSet, menggarisbawahi pengaruh tak terbantahkan dari supremasi dolar. bestprofit

Edward Moya, seorang analis pasar senior di OANDA, memberikan pandangannya, membenarkan bahwa tren penurunan emas yang berlangsung sejak pertengahan Juli masih jauh dari berakhir, terutama karena kembali mendominasinya dolar. Sentimen ini diulangi dalam komentar lewat email Moya pada Senin, 14 Agustus. Pelemahan yuan Tiongkok, yang mencapai level terlemah sejak November, semakin memperburuk situasi.

Menantikan FOMC dan Seterusnya

Saat pasar emas menavigasi perairan ekonomi global yang bergejolak, pertemuan Federal Reserve yang akan datang pada bulan September muncul di cakrawala, membayangi ketidakpastian. Bayangan potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September melayang berat di atas tren emas yang akan datang. bestprofit

Dalam panggung besar ekonomi global, drama penurunan emas terus memikat para pedagang, investor, dan analis. Hanya waktu yang akan mengungkapkan apakah emas dapat mengembalikan gemerlapnya dan naik dari kedalaman tren penurunannya yang sekarang.

Transisi yang Menghubungkan
Saat emas terus merangkak turun, mencapai level terendah dalam lebih dari sebulan, pasar global terus mengamati pergeseran dinamika ekonomi yang memainkan peran utama dalam tren penurunan ini. Dominasi kembali dolar Amerika telah memimpin serangkaian peristiwa yang terus membentuk narasi finansial ini. bestprofit

Baca Juga : Mengamati Pergerakan Harga Emas Minggu Ini: Beli atau Jual?

Sunday, August 13, 2023

PT Bestprofit Malang | Mengamati Pergerakan Harga Emas Minggu Ini: Beli atau Jual?


PT Bestprofit Malang (14-8-2023) – Pasar emas memasuki fase krusial dalam minggu ini, dengan sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik yang mempengaruhi arah harga. Para analis telah bersuara, menyampaikan pandangan mereka tentang kemungkinan pergerakan harga emas dalam jangka pendek dan menengah. Apakah saatnya untuk membeli atau menjual? Mari kita telaah lebih dalam.

Pasar emas telah mengalami sejumlah fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir. Posisi netral yang ada saat ini diyakini akan bertahan selama sisa musim panas, terutama dengan data ekonomi AS yang terus mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Namun, analis mencatat bahwa pelemahan harga emas dalam jangka pendek sebenarnya bisa menjadi peluang beli.

Para ahli mengamati bahwa harga emas berjangka bulan Desember telah berhasil mempertahankan support di sekitar USD 1.950 per ons. Namun, mereka juga mengakui bahwa logam mulia masih dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk imbal hasil obligasi jangka pendek yang terus mencapai sekitar 5%. Pelemahan yang terlihat pada pasar emas dalam beberapa minggu terakhir bisa diartikan sebagai peluang bagi para investor yang mencari kesempatan untuk masuk. bestprofit

Harga emas telah mencatat kerugian dalam minggu-minggu terakhir. Pada Jumat lalu, harga emas Desember terakhir diperdagangkan pada USD 1.946,50 per ons, turun sebesar 1,5%. Edward Moya, seorang analis pasar senior di OANDA, menyatakan bahwa emas menghadapi persaingan yang lebih ketat sebagai aset safe-haven. Namun, minat jangka panjang masih ada, meskipun tantangan tetap signifikan.

Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, mengamati bahwa harga emas dunia berpotensi terus berjuang. Biaya peluang untuk memegang emas semakin meningkat, dan banyak investor mulai mengalihkan perhatian mereka ke pasar ekuitas. Dalam kondisi ekonomi AS yang cukup stabil dan suku bunga yang cenderung meningkat, investor perlu mempertimbangkan keputusan mereka dengan cermat.

Para ahli setuju bahwa pasar emas masih menunggu pemicu yang tepat untuk memicu pergerakan yang lebih signifikan. Dalam lingkungan ini, data ekonomi tetap menjadi sorotan utama, karena Federal Reserve bergantung pada informasi ini dalam pengambilan kebijakan. Namun, data tersebut belum memberikan panduan yang jelas bagi para trader dan investor. bestprofit

Dalam mengamati pasar emas, penting untuk memperhatikan perbedaan antara kontrak berjangka dan harga spot. Dalam kondisi data ekonomi yang tangguh, beberapa analis percaya bahwa pasar berjangka cenderung mendekati harga spot. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa ekspektasi terhadap ekonomi AS yang kuat mempengaruhi harga emas.

Para analis telah menetapkan beberapa titik kritis yang perlu diamati dalam minggu ini. Support kritis pada emas berjangka bulan Desember terletak di antara kisaran USD 1.950 hingga USD 1.940. Namun, pergerakan yang signifikan di atas USD 1.955,30 per ons bisa membuka peluang bagi emas untuk menguat lebih lanjut. Pada pasar spot, analis memperkirakan emas akan menguji support di sekitar USD 1.900 per ons, yang juga mewakili rata-rata pergerakan 200 hari pasar.

Dalam mengevaluasi apakah harus membeli atau menjual emas dalam minggu ini, penting untuk mempertimbangkan faktor ekonomi, geopolitik, dan tren harga terkini. Meskipun tantangan tetap ada, analis melihat peluang dalam pelemahan jangka pendek harga emas. Namun, keputusan akhir tetap harus didasarkan pada analisis mendalam dan pemahaman yang baik terhadap kondisi pasar. bestprofit

Baca Juga : Penurunan Harga Emas: Menanti Rilis Data Inflasi AS

Thursday, August 10, 2023

PT Bestprofit Malang | Wall Street Menguat Bersamaan dengan Laporan Inflasi yang Melebihi Ekspektasi


PT Bestprofit Malang (11-8-2023) – Dalam sebuah perubahan positif bagi para investor, saham-saham di Wall Street melonjak setelah data terbaru mengungkapkan bahwa tingkat inflasi AS untuk bulan Juli lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Pasar merespons dengan positif, dengan indeks-indeks utama menunjukkan kenaikan yang signifikan, mencerminkan optimisme pasar.

Wall Street mengalami kenaikan yang luar biasa dalam harga saham saat data baru menyoroti tren yang menguntungkan dalam hal inflasi. Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 309 poin, setara dengan kenaikan 0,9%, sementara S&P 500 dan NASDAQ Composite mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,9% dan 1%.

Tingkat inflasi di AS untuk bulan Juli ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan, mengisyaratkan kemungkinan mereda tekanan harga. Indeks harga konsumen utama tetap stabil pada 0,2% secara bulanan, sesuai dengan perkiraan. Dalam basis tahunan, indeks ini mencatat kenaikan sebesar 3,2%, melampaui angka 3,0% pada bulan Juni. Para ekonom telah memproyeksikan kenaikan sebesar 3,3%, menyoroti unsur kejutan. bestprofit

Rapat Federal Reserve mendatang pada bulan September menjadi penting seiring para pejabat yang baru-baru ini mengisyaratkan kemungkinan jeda sementara dalam kenaikan suku bunga lebih lanjut, menandai potensi perubahan arah kebijakan.

Menambah semangat adalah kinerja positif Walt Disney. Saham raksasa hiburan ini melonjak 1%, memberikan kontribusi pada sentimen pasar secara keseluruhan. Pengumuman Disney mengenai rencana untuk menaikkan harga layanan streaming serta mengambil langkah tegas terhadap berbagi password memberikan dorongan. Langkah ini ditujukan untuk mengimbangi kinerja yang lambat dalam divisi film dan televisinya. bestprofit

Tidak kalah penting, unit streaming Disney, yang mencakup platform seperti Disney+ dan Hulu, berhasil mengurangi kerugian dalam kuartal fiskal ketiga berkat kenaikan harga langganan dan langkah pengurangan biaya. Selain itu, Disney juga membentuk kelompok tugas untuk menjajaki penerapan kecerdasan buatan di seluruh konglomerat hiburan, yang menarik perhatian.


Kenaikan serentak di Wall Street sebagai tanggapan terhadap data inflasi yang lebih baik dari yang diharapkan. Saat pertemuan Federal Reserve pada bulan September semakin mendekat, peserta pasar dengan cermat akan memperhatikan sinyal-sinyal tentang potensi penyesuaian kebijakan. Di tengah perubahan ini, kemampuan pasar untuk beradaptasi dengan dinamika baru akan memainkan peran penting dalam menentukan arah masa depannya. bestprofit


Baca Juga : Penurunan Harga Emas: Menanti Rilis Data Inflasi AS

Wednesday, August 9, 2023

PT Bestprofit Malang | Penurunan Harga Emas: Menanti Rilis Data Inflasi AS

PT Bestprofit Malang (10/8/2023) – Di dunia pasar keuangan, kilauan emas kembali memudar, menandai penurunan sesi ketiga secara beruntun ketika emas ditutup pada level terendah dalam hampir dua minggu. Trajectory penurunan ini terjadi di tengah antisipasi seputar rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Juli. Penurunan ini mencerminkan sikap hati-hati yang diambil oleh para investor menghadapi indikator ekonomi yang dapat mempengaruhi dinamika pasar di masa depan.



Seiring dengan berakhirnya sesi perdagangan hari Rabu, harga emas mengalami penurunan, mencatat kerugian selama tiga sesi beruntun. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange melemahkan diri sebesar $9,30, setara dengan penurunan 0,47%, ditutup pada $1.950,60 per ons. Sepanjang sesi, harga emas mencapai puncaknya pada $1.966,10 per ons dan titik terendahnya pada $1.948,80 per ons. Angka-angka ini menggarisbawahi penurunan yang konsisten dalam nilai logam mulia ini. bestprofit

Data Inflasi dan Reaksi Pasar

Sorotan beralih ke rilis data CPI AS untuk Juli yang akan datang, yang akan membentuk sentimen pasar. Selain itu, data Indeks Harga Produsen (PPI) direncanakan akan dirilis pada tanggal 11 Agustus 2023. Indikator-indikator ini memiliki potensi untuk memberikan wawasan tentang apakah Federal Reserve akan memulai kenaikan suku bunga lagi pada bulan September.

Ekonom yang disurvei oleh Wall Street Journal memperkirakan kenaikan harga konsumen sebesar 0,2% untuk bulan Juli, mencerminkan peningkatan 0,2% yang terjadi pada bulan Juni. Data Juni yang lebih lambat dari perkiraan para ekonom memicu harapan bahwa Federal Reserve mungkin akan mempercepat kampanye penghentian kenaikan suku bunga. Hasil dari rilis data-data penting ini akan menjadi titik referensi penting bagi keputusan Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. bestprofit

Dampak Faktor Global

Panggung ekonomi global juga memainkan peran dalam penurunan emas baru-baru ini. Penurunan 0,3% dalam harga konsumen China untuk bulan Juli, seperti yang diungkapkan oleh Biro Statistik Nasional, telah berkontribusi terhadap tekanan penurunan harga emas. Ini menandai penurunan harga pertama China dalam dua tahun, meningkatkan kekhawatiran tentang deflasi dan memperumit pemulihan negara dari dampak pandemi COVID-19.

Indeks dolar AS sedikit turun kurang dari 0,1% menjadi 102,47, tetapi tetap naik sebesar 0,4% selama minggu ini.

Lanskap logam mulia juga mengalami perubahan. Perak, dengan pengiriman untuk bulan September, mengalami penurunan sebesar 0,33% atau 7,60 sen menjadi ditutup pada $22,731 per ons. Platinum, yang dijadwalkan untuk pengiriman bulan Oktober, mengalami penurunan sebesar 1,27%, atau sekitar $11,50, dan menetap pada $892,70 per ons. bestprofit

Data-data ini memiliki pengaruh besar terhadap potensi tindakan Federal Reserve di masa depan, terutama terkait penyesuaian suku bunga. Dinamika ekonomi global, termasuk penurunan harga konsumen di China, juga telah berkontribusi terhadap kondisi pasar emas saat ini.

Sebagai kesimpulan, penurunan baru-baru ini dalam harga emas mencerminkan tarian rumit antara indikator ekonomi, sentimen investor, dan dinamika ekonomi global. Saat para peserta pasar menjelajahi lanskap yang kompleks ini, kilau sejati dari masa depan emas tetap menjadi tanda tanya. bestprofit

Baca juga : Harga Emas Dunia Turun ke Hampir Terendah Sebulan pada Hari Selasa

PT Bestprofit Malang | Harga Emas Dunia Turun ke Hampir Terendah Sebulan pada Hari Selasa



 PT Bestprofit Futures Malang (9/8/2023) – Investor terlihat berbondong-bondong menuju keamanan dolar AS, dipicu oleh data perdagangan lemah dari China. Sementara itu, sentimen berhati-hati mendominasi menghadapi angka inflasi AS yang akan segera diumumkan akhir pekan ini.

Penurunan ini datang setelah mencapai titik terendahnya sejak 10 Juli. Kontrak emas AS juga menunjukkan penurunan sebanyak 0,5 persen, berada pada angka $1.959,9.

Sekarang, semua mata tertuju pada data indeks harga konsumen AS yang akan diumumkan pada hari Kamis. Inflasi di AS diperkirakan sedikit meningkat pada bulan Juli, mencapai 3,3 persen secara tahunan. Sementara itu, tingkat inflasi inti diperkirakan akan tetap stabil pada angka 4,8 persen, sesuai dengan survei Reuters terhadap para ekonom.

Perhatian beralih pada pernyataan para pejabat Federal Reserve. Sementara itu, John C. Williams, kepala New York Fed, memprediksi bahwa suku bunga bisa mulai menurun pada tahun depan. bestprofit

Emas tetap sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan hasil.

SENTIMEN POSITIF JANGKA PENDEK

Penguatan terbaru dalam harga emas dunia mengikuti pengumuman laporan pekerjaan AS bulan Juli 2023 yang di bawah ekspektasi.

Analis yang berpartisipasi dalam survei Kitco memperkirakan tren bullish untuk harga emas dunia dalam minggu mendatang. Optimisme ini tetap tinggi meskipun tekanan inflasi masih ada. Dalam survei tersebut, 15 analis Wall Street berpartisipasi, dengan delapan di antaranya (53%) memperkirakan harga emas akan naik minggu ini. bestprofit

PROYEKSI EMAS

Adam Button, Kepala Analis Mata Uang di Forexlive.com, menyoroti, “Pasar tenaga kerja AS secara perlahan menunjukkan penurunan, dan inilah yang diinginkan oleh Fed. Pasar semakin yakin bahwa kita berada pada tingkat suku bunga Fed yang tertinggi. Ketika hal ini dikonfirmasi, saya berpikir ada peluang suku bunga akan turun dan memberikan sentimen bullish untuk emas.”

Button juga menjelaskan bahwa meskipun emas berada pada harga yang relatif tinggi, tantangan yang dihadapi oleh tindakan Federal Reserve tetap kuat. Ia mempertanyakan, “Titik awal saat ini berada di sekitar $1.940, jadi seberapa tinggi emas dapat melaju dalam siklus penurunan suku bunga ini? Kami telah melihat tingkat suku bunga riil yang tinggi, dan ketika kita melihat kinerja emas selama siklus kenaikan suku bunga ini, hal ini cukup menggembirakan.” bestprofit

Harapan untuk Masa Depan

Seiring berjalannya tahun dan peralihan ke kuartal IV, diharapkan Federal Reserve akan menyelesaikan tindakannya, yang akan mengarah pada penurunan suku bunga pada tahun 2024. Inilah saatnya emas diharapkan akan terbang tinggi, menurut para analis.

Button mengungkapkan sentimen bullish jangka pendek untuk emas dan menyatakan, “Saya berharap laporan CPI minggu depan akan menekankan bahwa inflasi terkendali dan akan mereda secara perlahan, yang akan membantu mendorong harga emas.”

Sebagai kesimpulan, penurunan harga emas global dikaitkan dengan pergeseran investor ke dolar AS dan kekhawatiran tentang potensi pelemahan pertumbuhan global. bestprofit

*Untuk informasi yang akurat dan terkini, pembaca disarankan untuk melakukan penelitian dan berkonsultasi dengan para profesional keuangan.

Kunjungi Juga