Thursday, August 24, 2023

Best Profit | Momentum Kedatangan Pidato Fed: Bagaimana Nasib Emas?

Best Profit (25/8) – Mata uang kripto bisa membuat kita merasa gugup, saham bisa membuat kita bahagia, tetapi emas? Itu selalu menjadi aset yang menarik perhatian dalam momen ekonomi yang penuh gejolak. Hari ini, harga emas masih berada dalam pusaran pergerakan yang tak terduga, menjelang pidato Chairman Federal Reserve Amerika Serikat (AS), Jerome Powell. Apa yang harus diharapkan oleh para pemilik emas? Apakah mereka akan merayakan atau menangis?

Harga Emas Menguat Menjelang Pidato Powell

Hari Kamis (24/8/2023) menjadi hari yang dinanti-nantikan oleh pemegang emas. Harga emas di pasar spot berada di posisi US$ 1.917,44 per troy ons. Ini menandai kenaikan sebesar 0,16%. Harga penutupan pada hari sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 8 Agustus 2023, dengan pergerakan positif selama 13 hari perdagangan terakhir. Ini adalah tanda positif bagi para pemilik emas.

Pergerakan positif ini telah memperpanjang tren keempat hari berturut-turut, dengan kenaikan sebesar 1,55% selama periode tersebut. Namun, seperti dalam cerita pasar yang selalu berubah, harga emas mengalami pelemahan pada hari ini, Jumat (25/8/2023), dengan harga mencapai US$ 1.915,47 per troy ons, mengalami penurunan sebesar 0,10%. best profit

Baca Juga : Aktivitas Bisnis AS yang Belum Stabil dan Pelemahan USD

Apakah The Fed akan Tetap Hawkish?

Para analis dari High Ridge Futures, seperti David Meger, berpendapat bahwa para pelaku pasar mulai merasa khawatir. Mereka menduga bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan tetap mempertahankan sikap hawkishnya ke depan. Meger menjelaskan bahwa Jerome Powell, Ketua The Fed, mungkin akan menegaskan kembali pentingnya memerangi inflasi atau bahkan menaikkan suku bunga ke depan.

Meger menyatakan, “Pasar memiliki harapan bahwa The Fed akan terus memprioritaskan perang melawan inflasi. Terlebih lagi, data ketenagakerjaan masih kuat.” Data terbaru dari AS mencatat penurunan jumlah pengangguran sebesar 10 ribu, menjadi 230.000 pada pekan yang berakhir pada 19 Agustus 2023. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 240 ribu. Penurunan pengangguran menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih panas, dan ini meningkatkan potensi untuk kenaikan inflasi. Dalam situasi seperti ini, The Fed akan kesulitan untuk mengubah sikapnya menjadi dovish. best profit

Perspektif Pasar Menunggu Pidato Powell

Momen krusial akan terjadi ketika Jerome Powell menyampaikan pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole, di Wyoming, selama tiga hari ke depan. Acara ini merupakan wadah di mana para gubernur bank sentral, menteri keuangan, ekonom, dan akademisi dari seluruh dunia berkumpul untuk membahas masalah ekonomi yang mendesak.

Baca Juga : Pergerakan Harga Emas sebagai Respons Terhadap Melemahnya Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Pada tahun sebelumnya, pidato Powell di Jackson Hole pada Agustus 2022 telah menciptakan gejolak di pasar keuangan dan komoditas. Powell secara tegas menyatakan bahwa The Fed akan tetap mengambil sikap hawkish, yang mengakibatkan harga emas langsung merosot sebesar 1,23% hanya dalam satu hari setelah pidato tersebut. Di sisi lain, indeks dolar AS menguat sebesar 0,31%.

Menanti Pidato Powell

Sekarang, pertanyaannya adalah, bagaimana pidato Powell hari ini akan memengaruhi harga emas? Jika Powell kembali menegaskan sikap hawkish, maka kemungkinan besar emas akan mengalami penurunan. Namun, jika pidatonya lebih dovish, kita bisa melihat emas menguat.

Analis Daniel Ghali dari TD Securities mengatakan, “Publik mengantisipasi bahwa Powell akan tetap mengambil sikap yang hawkish. Saat ini, pasar lebih menantikan tanda-tanda berapa lama suku bunga akan tetap tinggi, bukan lagi apakah suku bunga akan naik.” best profit

Wednesday, August 23, 2023

Best Profit | Aktivitas Bisnis AS yang Belum Stabil dan Pelemahan USD

Best Profit (24/8) – Dunia perdagangan mata uang telah relatif tenang menjelang pembukaan simposium Jackson Hole. Namun, USD/JPY mengalami penurunan tak terduga sebesar lebih dari 0,8% hingga kisaran 144,60 menyusul rilis data ekonomi yang mengecewakan dalam sesi New York awal pada 23 Agustus. Indeks dolar AS (DXY) terus berada dalam kisaran yang telah ditempatinya sejak awal pekan.

Data Ekonomi AS yang Mengecewakan

DXY sempat melonjak ke level 104,00 selama sesi Eropa. Rilis hasil survei PMI untuk Eurozone dan Inggris yang sangat negatif, sesaat meningkatkan greenback. Sayangnya, data PMI untuk Amerika Serikat yang dirilis beberapa jam kemudian juga tidak memenuhi harapan.

S&P Global melaporkan bahwa PMI Manufaktur AS turun dari 49,0 menjadi 47,0 pada Agustus 2023, sementara PMI Jasa turun dari 52,3 menjadi 51,0. Keduaangka tersebut di bawah perkiraan pasar. PMI Komposit turun menjadi 50,4 dari 52,0, meskipun ekspektasi konsensus sebelumnya adalah tetap stabil. Biasanya, data PMI dibaca dengan ambang batas 50,0, yang membedakan antara ekspansi (>50,0) dan kontraksi (<50,0). Angka PMI Komposit ini mengindikasikan aktivitas bisnis yang hampir stagnan. best profit

“Perlambatan aktivitas bisnis pada bulan Agustus menimbulkan keraguan tentang kekuatan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga,” kata Chris Williamson, Kepala Ekonom Bisnis di S&P Global Market Intelligence. “Survei menunjukkan bahwa percepatan pertumbuhan yang didorong oleh sektor jasa pada kuartal kedua telah meredup, didampingi dengan penurunan lebih lanjut dalam produksi pabrik.”

Fokus Pasar pada Simposium Jackson Hole

Meskipun demikian, perhatian pasar tetap terpusat pada simposium Jackson Hole yang dijadwalkan pada 24-26 Agustus. Acara ini menjadi tempat pertemuan para pemimpin bank sentral paling berpengaruh di dunia. Pidato Ketua Federal Reserve dan pemimpin bank sentral lainnya dalam acara ini dapat memiliki dampak signifikan pada pasar keuangan. Oleh karena itu, pergerakan sebagian besarpasangan mata uang utama kemungkinan akan tetap terbatas hingga katalis berikutnya muncul.

Menavigasi Lanskap Forex Saat Ini

Bagi para trader dan investor, lanskap yang tidak pasti ini memerlukan pendekatan yang bijaksana. Berikut beberapa strategi kunci yang perlu dipertimbangkan:

Manajemen Risiko: Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, penting memiliki manajemen risiko yang kuat. Tetapkan stop-loss order untuk melindungi posisi Anda dan pertimbangkan untuk mengurangi ukuran posisi Anda untuk mengelola risiko.

Tetap Terinformasi: Pantau dengan cermat peristiwa ekonomi dan pidato bank sentral. Ini dapat memberikan wawasan penting tentang arah pasar. best profit

Diversifikasi: Pertimbangkan untuk mendiversifikasi portofolio Anda di berbagai pasangan mata uang. Ini dapat membantu menyebar risiko dan mengurangi eksposur Anda terhadap volatilitas mata uang tunggal.

Sabar: Dalam situasi yang tidak pasti, seringkali yang terbaik adalah bersabar dan menghindari keputusan impulsif. Tunggu sinyal yang lebih jelas sebelum memasuki perdagangan.

Persiapan untuk Simposium Jackson Hole

Saat dunia keuangan menantikan Simposium Jackson Hole, para trader dan investor harus bersiap menghadapi potensi volatilitas pasar. Tetap terinformasi, berhati-hati, dan pastikan strategi perdagangan Anda terdefinisikan dengan baik. Hasil dari acara bergengsi ini bisa memiliki dampak signifikan pada pasar mata uang.

Sebagai kesimpulan, data ekonomi AS yang mengecewakan baru-baru ini dan Simposium Jackson Hole yang akan datang membuat para trader tetap waspada. Kinerja dolar AS kemungkinan akan erat terkait dengan hasil acara ini. Ingatlah bahwa dalam situasi ketidakpastian, strategi perdagangan yang hati-hati dan terpikirkan dengan baik adalah sahabat terbaik Anda. Tetap waspada dan berdagang dengan bijak. best profit

Baca Juga : Pergerakan Harga Emas sebagai Respons Terhadap Melemahnya Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Tuesday, August 22, 2023

Best Profit | Pergerakan Harga Emas sebagai Respons Terhadap Melemahnya Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Best Profit (23/8) – Kontrak emas berjangka mengalami kenaikan sebesar $3.00 USD, menandai kenaikan sesi ketiga berturut-turut, dalam apa yang merupakan kenaikan harian terpanjang sejak pertengahan Juli. Apa yang menjadi pendorong di balik lonjakan ini? Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih lemah. Saat imbal hasil tersebut mundur sedikit dari level tertinggi sejak tahun 2007, harga emas memberikan respons positif dengan lonjakan yang kuat.

Pawai Kenaikan Berlanjut

Pada hari Selasa, 22 Agustus 2023, harga emas kembali menguat, menarik perhatian investor dan analis. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di bursa Comex New York Exchange naik sebesar $3.00 USD atau 0.16%, ditutup pada $1,926.00 USD per ons. Selama sesi ini, harga emas mencapai titik tertinggi sebesar $1,933.20 USD dan titik terendah sebesar $1,917.50 USD. Pergerakan ini terjadi setelah harga emas naik sebesar $6.50 USD atau 0.34% pada hari Senin, 21 Agustus 2023, mengikuti kenaikan sebesar $1.30 USD atau 0.07% pada Jumat, 18 Agustus 2023. Sehari sebelumnya, pada Kamis, 17 Agustus 2023, harga emas mengalami penurunan tajam sebesar $13.10 USD atau 0.68%.

Lonjakan harga emas ini erat terkait dengan kinerja dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Para investor dengan cermat menanti pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dijadwalkan pada Jumat, 25 Agustus 2023, dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole di Wyoming. best profit

Pengaruh Obligasi Pemerintah dan Dolar AS

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS telah menjadi faktor penting dalam pawai kenaikan harga emas belakangan ini. Pada Selasa, 22 Agustus 2023, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun sebesar 2.3 basis poin, mencapai 4.313%. Penurunan ini mengikuti level 4.339% yang tercatat pada Senin, 21 Agustus 2023, level tertinggi sejak 6 November 2007, menurut data FactSet.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, naik sebesar 0.2% menjadi 103.539. Para analis mencatat bahwa harga emas menunjukkan tanda-tanda stabilitas menjelang pidato Jerome Powell. Wael Makarem, Analis Strategi Pasar Senior untuk MENA di Exness, menekankan, “Intervensi Powell bisa menciptakan beberapa volatilitas karena para pedagang memperhatikan setiap petunjuk tentang perkembangan kebijakan moneter, terutama setelah rilis risalah Federal Reserve yang menciptakan ketidakpastian.”

Selain pidato Powell, data ekonomi mendatang tentang pasar tenaga kerja dan inflasi AS diharapkan memainkan peran penting dalam menentukan kebijakan moneter masa depan dan memengaruhi kinerja emas. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan iklim antisipasi dan volatilitas di pasar emas. best profit

Peran Indikator Ekonomi

Kenaikan harga emas juga didukung oleh indikator ekonomi terbaru. Ini merupakan level terendah sejak Januari, turun dari 4.16 juta unit yang tidak direvisi pada Juni. Selain itu, Tom Barkin, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond, mengulangi pernyataannya pada Selasa, 22 Agustus 2023. Barkin juga memperingatkan bahwa Federal Reserve bisa kehilangan kredibilitas jika mempertimbangkan untuk mengubah target inflasi 2.0% sebelum mencapai tujuan tersebut.

Gambaran Lebih Luas tentang Logam Mulia

Sementara emas menjadi sorotan, logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan yang signifikan. Kontrak perak untuk pengiriman September naik sebesar 11.00 sen atau 0.47%, ditutup pada $23.45 USD per ons. Kontrak platinum untuk pengiriman Oktober naik sebesar $12.00 USD atau 1.31%, ditutup pada $925.50 USD per ons. best profit

Kenaikan ini menggarisbawahi sifat dinamis pasar logam mulia, di mana campuran faktor ekonomi, keuangan, dan geopolitik dapat memicu perubahan harga.

Baca Juga : Mengapa Dolar AS Melemah saat Investor Menanti Sinyal Baru

Monday, August 21, 2023

Best Profit | Mengapa Dolar AS Melemah saat Investor Menanti Sinyal Baru

Best Profit (22/8) – Dolar AS mengalami penurunan tipis, ditutup pada 103,3100 dalam sesi perdagangan terbaru, meninggalkan para investor berspekulasi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat lanskap keuangan global terus berkembang, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan ini dan apa yang sedang diantisipasi oleh para investor untuk membuat langkah berikutnya.

KINERJA DOLAR BARU-BARU INI

Dalam sesi perdagangan terkini, Dolar AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan terhadap sekelompok mata uang utama lainnya. Pada hari Senin, 21 Agustus 2023, greenback mengalami penurunan sedikit dibandingkan dengan mata uang utama lainnya. Perubahan ini menarik perhatian para investor, memicu diskusi dan analisis di pasar keuangan di seluruh dunia.

Para investor dengan cermat memantau indikator ekonomi yang akan memberikan wawasan berharga tentang tren masa depan Dolar AS. Dua peristiwa penting sedang di depan mata: rilis data PMI S&P pada Rabu, 23 Agustus 2023, dan Simposium Ekonomi Jackson Hole dari 24 hingga 26 Agustus. best profit

Para investor dengan penuh antusiasmen menantikan acara ini karena mereka mengantisipasi wawasan penting tentang masa depan kebijakan moneter. Powell dan Lagarde diharapkan akan memberikan panduan tentang pendekatan bank sentral mereka terhadap tantangan ekonomi, termasuk inflasi dan tingkat suku bunga.

OUTLOOK INFLASI AS

Para ahli meyakini bahwa inflasi di Amerika Serikat kemungkinan akan melandai lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain, terutama zona euro. Ekspektasi ini didasarkan pada berbagai faktor, termasuk valuasi dolar AS yang tinggi, defisit fiskal, defisit ganda dalam transaksi berjalan, prospek peringkat, dan alokasi dana yang besar di dalam Amerika Serikat. best profit

APA YANG MENANTI DI MASA DEPAN

Apa yang Menanti di Masa Depan
Laporan Bulanan dari Buba Jerman menunjukkan bahwa inflasi mungkin akan tetap di atas target bank sentral untuk jangka waktu yang lebih lama. Kemungkinan ini telah mendorong para investor untuk lebih mengantisipasi tindakan ketat dari Bank Sentral Eropa.

Saat para investor terus menguraikan data ekonomi dan mengantisipasi tindakan bank sentral, lanskap keuangan global tetap dinamis dan tidak pasti.

Sebagai kesimpulan, penurunan nilai Dolar AS baru-baru ini telah memancing minat para investor di seluruh dunia. Hasil dari peristiwa-peristiwa ini tanpa ragu akan membentuk arah masa depan Dolar AS dan berdampak pada pasar keuangan global. best profit

Baca Juga : Emas Meningkat sementara Tembaga Tetap Stabil setelah China Memangkas Suku Bunga

Sunday, August 20, 2023

Best Profit | Emas Meningkat sementara Tembaga Tetap Stabil setelah China Memangkas Suku Bunga

Best Profit (21/8) – Dalam dunia komoditas yang selalu berubah, panggungnya sudah siap untuk kejadian menarik. Emas, setelah mengalami penurunan selama empat minggu, akhirnya menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan kenaikan yang sederhana. Sementara itu, tembaga berhasil mempertahankan stabilitasnya setelah penyesuaian suku bunga yang tidak terduga dari China.

SEKILAS TENTANG PASAR

Ketika kita memulai minggu ini, semua mata tertuju pada Simposium Jackson Hole yang akan datang pada hari Kamis dan Jumat, di mana Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, diharapkan akan memberikan wawasan penting tentang lintasan suku bunga AS.

Emas telah melalui periode yang bergejolak belakangan ini, turun di bawah level penting $1.900 per ons. Penurunan ini menyaksikan lonjakan permintaan akan aset tempat berlindung ini, sebagian dipicu oleh kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi China. Langkah baru-baru ini dari People’s Bank of China, di mana perubahan pada tingkat pinjaman primer (LPR) tidak memenuhi ekspektasi pasar, semakin menambah ketidakpastian. best profit

Pada pukul 11:16 WIB, harga emas spot untuk pengiriman Desember naik 0,2%, mencapai $1.892,68 per ons, sementara kontrak berjangka Desember meningkat 0,3%, mencapai $1.921,95 per ons. Meskipun ada kenaikan ini, kedua instrumen masih berada di dekat level terendah dalam lima bulan.

TEMBAGA TETAP STABIL, TETAPI PEMOTONGAN SUKU BUNGA CHINA MENGECEWAKAN

Dalam ranah logam industri, tembaga menunjukkan pergerakan yang relatif datar pada hari Senin meskipun China, salah satu pengimpor utama logam ini, mengecewakan pasar dengan menyesuaikan suku bunganya.

Tembaga tetap relatif datar di level $3,7207 per pon. People’s Bank of China (PBOC) memangkas LPR satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 3,45%, sementara LPR lima tahun tetap tidak berubah pada 4,20%. Para analis sebelumnya memperkirakan pemotongan sebesar setidaknya 15 basis poin untuk setiap tingkat suku bunga tersebut.

Impor tembaga ke China mengalami penurunan tajam pada bulan Juli ketika pemulihan ekonomi pasca-COVID di negara tersebut mulai melambat. Hal ini telah memberikan tekanan besar pada harga tembaga selama tiga minggu terakhir. best profit

MENAVIGASI PASAR YANG BERUBAH-UBAH

Saat kita menavigasi perairan yang bergejolak ini, jelas bahwa emas dan tembaga merespons interaksi yang kompleks dari berbagai faktor. Sementara itu, stabilitas tembaga akan diuji saat China berhadapan dengan tantangan ekonomi dan keputusan kebijakan.

Para investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan ini dengan cermat. Sementara kita menantikan kebijaksanaan dari Jackson Hole, penting untuk tetap fleksibel dan adaptif dalam lanskap ekonomi yang terus berubah ini.

Sebagai kesimpulan, dunia komoditas sedang berubah, dengan emas dan tembaga menjadi pusat perhatian. Panggung sudah siap, para pemain sudah dalam posisi, dan naskah masih dalam proses penulisan. Hanya waktu yang akan memberikan bagaimana drama menarik ini akan berkembang. Tetap terhubung untuk mendapatkan pembaruan saat kita menavigasi perjalanan yang menarik ini melalui dunia komoditas. best profit

Baca Juga : Harga Minyak Mentah Menguat 1%, Namun Khawatir Ekonomi China Menyurutkan Minat Dunia pada Minyak

Best Profit | Harga Minyak Mentah Menguat 1%, Namun Khawatir Ekonomi China Menyurutkan Minat Dunia pada Minyak

Best Profit (21/8) – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan lebih dari 1% dalam perdagangan terakhir pekan ini. Namun, mereka tidak mampu menyelamatkan pekan yang berakhir di zona merah.

Pada Jumat, 18 Agustus 2023, minyak mentah WTI naik sebesar 1,07% menjadi $81,25 per barel, dan minyak brent juga mengalami peningkatan sebesar 0,81%, ditutup pada $84,80 per barel.

Meskipun ada semangat pada akhir pekan, kedua patokan harga minyak global ini mengalami penurunan mingguan sebesar 2,3%.

Pemicu kenaikan harga minyak adalah data yang menunjukkan bahwa jumlah rig minyak dan gas alam AS, indikator awal produksi masa depan, telah turun selama enam minggu berturut-turut. Penurunan produksi AS dapat memperburuk ketatnya pasokan yang diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun ini.

Kekhawatiran ini, yang dipicu oleh penurunan produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, telah membantu harga minyak naik selama tujuh minggu berturut-turut sejak Juni. Minyak brent telah naik sekitar 18%, sedangkan WTI melonjak 20% selama tujuh minggu yang berakhir pada 11 Agustus. best profit

Namun, pekan ini, harga minyak mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh krisis properti yang memburuk di China, yang meningkatkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi yang lamban di negara tersebut dan mengurangi minat investor terhadap risiko di pasar global.

“Investor tetap khawatir tentang ketegangan antara pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan pasokan global yang masih ketat,” kata Rob Haworth, Manajer Portofolio Senior di US Bank Asset Management. Dia menambahkan, “Harga kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran saat ini,” sambil mencatat bahwa permintaan dipertanyakan karena data lemah dari China.

Ada juga kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa Federal Reserve AS belum selesai menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi. Biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan, pada gilirannya, mengurangi permintaan minyak secara keseluruhan. best profit

Patokan harga minyak semakin tertekan oleh melemahnya permintaan musiman menjelang musim gugur, kata Jay Hatfield, CEO Manajemen Modal Infrastruktur.

Dengan kekhawatiran tentang dinamika pasokan dan permintaan, pasar tampaknya akan tetap dalam kisaran perdagangan yang sempit untuk masa mendatang.

HARGA MINYAK MENTAH MENUNJUKKAN TANDA KEHIDUPAN

Saat kita menutup pekan perdagangan ini, pasar minyak mentah global telah menyaksikan kenaikan yang cukup signifikan, lebih dari 1%. Namun, jangan terburu-buru merayakannya. Kenaikan ini mungkin hanya bersifat sementara, mengingat kekhawatiran yang melingkupi ekonomi China yang sedang berjuang. best profit

PEKAN YANG PENUH DINAMIKA BAGI MINYAK

Pekan ini dimulai dengan optimisme, didorong oleh penurunan terus-menerus dalam jumlah rig minyak dan gas alam di Amerika Serikat. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul kekhawatiran tentang krisis properti di China dan potensi dampaknya pada permintaan minyak global.

APA YANG MENANTI DI DEPAN?

Para investor dengan cemas mengamati ketegangan antara pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan pasokan minyak global yang terus terjaga. Pertanyaan belum terjawab mengenai kenaikan suku bunga di Amerika Serikat semakin menambah ketidakpastian.

Baca Juga : Harga Emas Dunia Menyentuh Terendah 5 Bulan dalam Pemandangan Ekonomi yang Berubah

Thursday, August 17, 2023

Best Profit | Harga Emas Dunia Menyentuh Terendah 5 Bulan dalam Pemandangan Ekonomi yang Berubah

Best profit (18/8) – Dalam peristiwa yang mengejutkan, pasar emas global baru-baru ini mengalami penurunan tajam, mencapai titik terendah dalam lima bulan terakhir. Penurunan signifikan dalam harga emas ini dapat disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor, termasuk kenaikan imbal hasil obligasi, penguatan dolar, dan sikap hawkish terhadap suku bunga dari pejabat Federal Reserve, yang secara bersama-sama telah melemparkan bayang-bayang pada sentimen investor.

Seperti dilaporkan oleh CNBC pada Jumat, 18 Agustus 2023, pasar spot menyaksikan penurunan sebesar 0,17% dalam harga emas, stabil di USD 1.888,50 per ons. Ini menandai level terendah sejak 15 Maret. Demikian pula, emas berjangka di Amerika Serikat anjlok 0,51%, mencapai USD 1.918,40.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, memberikan pandangan tentang tren penurunan harga emas yang sedang berlangsung: “Penurunan harga emas selama beberapa sesi terakhir dapat diatribusikan kepada kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi.” Dia juga menjelaskan lebih lanjut, “Respon pasar terhadap risalah FOMC kemarin mengindikasikan bahwa pasar memperkirakan Federal Reserve mungkin perlu lebih agresif dari yang sebelumnya diperkirakan dalam hal kenaikan suku bunga yang berkelanjutan.” best profit

Risalah pertemuan Federal Reserve pada 25-26 Juli mengungkapkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan tetap teguh dalam komitmennya untuk memerangi inflasi. Namun, beberapa peserta menyoroti risiko ekonomi jika suku bunga dinaikkan terlalu tinggi.

Harapan bahwa suku bunga AS mungkin akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dengan tenor 10 tahun ke level tertinggi sejak Oktober. Hal ini telah mengurangi daya tarik bullion yang tidak memberikan imbal hasil bagi para investor. Selain itu, kekuatan yang masih terus ada pada Dolar Amerika Serikat, yang berada dekat puncaknya selama dua bulan terakhir, juga berperan dalam mempengaruhi harga emas global.

Saat pasar emas berlayar melalui pergeseran dinamis ini, semakin jelas bahwa daya tarik tradisionalnya sebagai investasi pelarian aman mulai dipertanyakan. best profit

MENGUNGKAP IMPLIKASI

Dampak perubahan ini terlihat dalam fluktuasi logam mulia lainnya juga. Harga perak mengalami kenaikan sebesar 1,3%, mencapai USD 22,66 per ons, menandai kenaikan harian terbesar sejak 31 Juli. Begitu pula, harga platinum naik sebesar 1,2% menjadi USD 893,01, dan harga paladium mengalami kenaikan sebesar 0,3%, mencapai USD 1.212,09.

Baca Juga : Penurunan Harga Emas Menghadapi Rilis Risalah FOMC