Thursday, September 21, 2023

Best Profit | Dampak Penguatan Dolar AS Terhadap Harga Emas

Best Profit (22/9) – Di dunia keuangan dan logam mulia, harga emas seringkali menjadi pusat perhatian. Para investor dan penggemar logam berharga sama-sama mengawasi pergerakannya dengan cermat, karena emas dapat menjadi barometer sentimen dan stabilitas ekonomi. Peristiwa terbaru telah membuat harga emas mengalami penurunan tiba-tiba, mengakhiri rangkaian lima hari kenaikan. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, yang keduanya dipengaruhi oleh komitmen Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga hingga inflasi kembali ke targetnya sebesar 2,0 persen.

Baca Juga : Wall Street Menghadapi Turbulensi saat Fed Menjaga Suku Bunga Tetap

Baca Juga : Dampak Pengambilan Keuntungan terhadap Harga Minyak setelah Mencapai Puncak 10 Bulan

Perjalanan Emas yang Berisiko

Pada hari Kamis, pasar emas menyaksikan penurunan yang signifikan ketika hari perdagangan berakhir, menandakan berakhirnya tren kenaikan. Kontrak emas yang diperdagangkan paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange merosot sebesar $27,50 atau 1,40 persen, ditutup pada $1.939,60 per ons. Penurunan signifikan ini menyusul sesi di mana harga emas mencapai tertinggi sebesar $1.952,20 per ons dan terendah sebesar $1.933,10 per ons. best profit

Emas Batangan di Dolar AS

Emas telah menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan baru-baru ini, dengan peningkatan sebesar $13,40 atau 0,69 persen, mencapai $1.967,10 per ons pada Rabu, 20 September 2023. Sebelumnya, emas mencatat kenaikan kecil sebesar $0,30 atau 0,02 persen, menjadi $1.953,70 per ons pada Selasa, 19 September 2023, dan kenaikan yang lebih signifikan sebesar $7,20 atau 0,37 persen, ditutup pada $1.953,40 per ons pada Senin, 18 September 2023. Namun, nasib emas berbalik tajam ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun mencapai puncak intraday sebesar 4,495 persen, tertinggi sejak tahun 2007, yang menunjukkan aksi jual besar-besaran di pasar obligasi.

Penguatan Dolar AS dan Dampaknya

Emas sempat naik ke $1.950 sebelum pengumuman, sejalan dengan nilai tertingginya awal bulan ini. Namun, akhirnya mengalami penurunan sebelum pengumuman dan berakhir dalam zona merah.”

Data Ekonomi yang Beragam

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis pada Kamis, 21 September 2023, memberikan gambaran yang beragam. Federal Reserve Philadelphia melaporkan penurunan indeks difusi untuk aktivitas saat ini menjadi -13,5 pada September dari +12,0 pada Agustus. Para ekonom memperkirakan indeks akan turun menjadi -0,7. Penjualan turun sebesar 15,3 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. best profit

Di tengah penurunan harga emas, logam mulia lainnya juga menghadapi tantangan. Perak untuk pengiriman Desember turun sebesar 14,90 sen atau 0,63 persen, ditutup pada $23,687 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober juga mengalami penurunan sebesar $17,70 atau 1,88 persen, ditutup pada $924,60 per ons.

Meskipun emas menunjukkan tanda-tanda positif menjelang keputusan Federal Reserve, akhirnya emas menyerah pada tekanan ini dan berakhir di zona negatif. Data ekonomi, meskipun bervariasi, terus mencerminkan tantangan dan ketidakpastian yang dihadapi ekonomi AS. best profit

Wednesday, September 20, 2023

Best Profit | Wall Street Menghadapi Turbulensi saat Fed Menjaga Suku Bunga Tetap

Best Profit (21/9) – Wall Street mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan pada hari Rabu, 21 September 2023, setelah Federal Reserve Amerika Serikat memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah, bertentangan dengan harapan yang luas. Fed juga merevisi proyeksi ekonominya ke atas tetapi mengeluarkan peringatan bahwa pertempuran melawan inflasi masih jauh dari selesai.

Dalam peristiwa yang mengejutkan, Wall Street menghadapi turbulensi saat para investor berjuang dengan keputusan terbaru Federal Reserve. Pasar keuangan telah mengantisipasi hasil yang berbeda, tetapi pengumuman Fed mengirimkan gelombang kejut melalui lantai perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot sebesar 76,85 poin, mewakili penurunan sebesar 0,22 persen, ditutup pada 34.440,88 poin. S&P 500 juga mengalami kerugian sebesar 41,75 poin, setara dengan penurunan sebesar 0,94 persen, ditutup pada 4.402,20 poin. Namun, penurunan paling signifikan terlihat pada Indeks Komposit Nasdaq, yang merosot sebesar 209,06 poin atau 1,53 persen, berakhir pada 13.469,13 poin. best profit

Baca Juga : Dampak Pengambilan Keuntungan terhadap Harga Minyak setelah Mencapai Puncak 10 Bulan

Baca Juga : Peningkatan Harga Emas Global Saat Menantikan Keputusan Suku Bunga Fed

Diantara 11 sektor utama S&P 500, sektor komunikasi dan teknologi, yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, mengalami kerugian persentase terbesar. Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat melemah setelah pengumuman Fed, dengan saham-saham mega-cap yang sensitif terhadap suku bunga, seperti Microsoft Corp, Apple Inc, dan Nvidia Corp, menyebabkan Nasdaq mengalami penurunan terbesar.

Pengumuman Fed

Pengumuman Federal Reserve disertai dengan Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) dan dot plot, yang memproyeksikan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin tambahan tahun ini, mencapai kisaran 5,50 hingga 5,75 persen. Proyeksi SEP juga mengamanatkan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada tahun depan.

Ryan Detrick, Kepala Strategi Pasar di Carson Group di Omaha, Nebraska, mengomentari situasi ini, mengatakan, “Ini adalah volatilitas standar pada hari Fed. Namun, ini bukan peristiwa yang tidak terduga, karena pasar telah meresponsnya dengan tenang.” best profit

Detrick melanjutkan, “Hari ini telah menjadi fokus utama sepanjang bulan ini, dan sekarang kita dapat melanjutkan dari situ.” Proyeksi yang diperbarui mengindikasikan penurunan tipis suku bunga Dana Federal menjadi 5,1 persen pada akhir tahun depan dan penurunan lebih lanjut menjadi 3,9 persen pada akhir tahun 2025.

Inflasi dan Pemulihan Ekonomi

Sejak Federal Reserve mulai menerapkan langkah-langkah ketatnya pada Maret, inflasi inti telah melandai. Namun, kemajuan yang lambat dan tidak merata menuju target 2,0 persen bank sentral telah menjadi alasan kekhawatiran. SEP memprediksi inflasi akan turun menjadi 3,3 persen pada akhir tahun, mendekati target rata-rata tahunan 2,0 persen bank sentral.

Dalam konferensi pers berikutnya, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memperkuat proyeksi ekonomi yang lebih baik sambil memperingatkan bahwa perjalanan menuju mencapai target inflasi masih jauh dari selesai. Detrick menyatakan, “Federal Reserve tidak terlalu khawatir. Mereka mengakui kekuatan ekonomi, yang juga mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga tahun depan, mengisyaratkan bahwa pemotongan yang lebih besar dalam jangka waktu yang lebih lama kemungkinan akan terus mereka lakukan.” best profit

Kinerja Saham

Di tengah turbulensi keuangan ini, perusahaan otomasi pemasaran Klaviyo mengalami lonjakan yang luar biasa sebesar 9,2 persen selama debutnya di Bursa Efek New York. Ini menandai penawaran umum perdana ketiga dalam beberapa hari terakhir, setelah Arm Holdings dan Maplebear Inc. Detrick mencatat, “Ini menunjukkan kepercayaan diri yang kembali untuk memiliki IPO yang signifikan. Ini adalah tanda bahwa segala sesuatu secara bertahap kembali normal dan sangat dibutuhkan dalam siklus bisnis saat ini.” Namun, Maplebear mengalami penurunan sebesar 10,7 persen, sementara Arm Holdings, yang baru-baru ini melakukan debutnya, turun 4,1 persen.

Pinterest berhasil mendapatkan 3,1 persen setelah perusahaan berbagi gambar tersebut mengumumkan program pembelian kembali saham hingga $1 miliar AS. Coty juga melihat kenaikan sebesar 4,4 persen setelah perusahaan induk dari CoverGirl meningkatkan perkiraan penjualan inti tahunannya.

Saat kita menghadapi masa-masa yang penuh ketidakpastian ini, jelas bahwa pasar keuangan tetap sangat sensitif terhadap keputusan Federal Reserve. Investor akan terus memantau indikator ekonomi secara cermat sambil menyesuaikan strategi mereka untuk beradaptasi dengan kondisi yang berubah. best profit

Tuesday, September 19, 2023

Best Profit | Dampak Pengambilan Keuntungan terhadap Harga Minyak setelah Mencapai Puncak 10 Bulan

Best Profit (20/9) – Dalam dunia pasar minyak yang selalu berfluktuasi, perjalanan baru-baru ini dalam harga minyak telah sangat mengesankan. Setelah mencapai puncak 10 bulan, harga minyak mengalami penurunan tajam, membuat banyak investor dan analis bingung untuk memahami dinamika yang terjadi.

Kenaikan dan Penurunan Tiba-tiba

Seperti yang dilaporkan pada Rabu, 20 September 2023, pukul 05:57 WIB, kontrak berjangka minyak mengalami penurunan yang mencolok. Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November ditutup pada harga $94,34 per barel, mengalami penurunan sebesar 9 sen. Penurunan ini datang setelah minyak mencapai puncak selama 10 bulan, sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat lanskap energi global yang penuh gejolak.

Lalu, apa yang mendorong penurunan tiba-tiba ini dalam harga minyak? Semuanya berkaitan dengan pengambilan keuntungan. Para investor memutuskan bahwa saatnya untuk merealisasikan keuntungan mereka setelah melihat reli selama tiga sesi. Reli ini dipicu oleh pemotongan produksi yang berkepanjangan dari Arab Saudi dan Rusia, anggota aliansi OPEC+. best profit

Baca Juga : Peningkatan Harga Emas Global Saat Menantikan Keputusan Suku Bunga Fed

Baca Juga : Apakah Emas Akan Merosot Bebas atau Meningkat Harga?

Memahami Faktor-faktor yang Berperan

Meskipun menggoda untuk berpikir bahwa penurunan ini mengancam harga minyak, penting untuk memahami dinamika yang mendasarinya. Patokan global, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November memang mencapai level tertinggi pada $95,96 per barel, suatu level yang tidak pernah tercapai sejak November. Lonjakan ini mendorong UBS, sebuah bank investasi terkemuka, untuk mulai mengambil keuntungan dari kepemilikan mereka.

Namun, para ahli di dalam bank tersebut meyakini bahwa kontrak berjangka minyak Brent akan diperdagangkan dalam kisaran $90 hingga $100 per barel dalam beberapa bulan mendatang, dengan target akhir tahun sebesar $95 per barel. Proyeksi ini mengimplikasikan bahwa, meskipun ada pengambilan keuntungan, pasar masih relatif optimis.

Menambah kekhawatiran pasokan, anggota OPEC+ seperti Arab Saudi dan Rusia baru-baru ini memperpanjang pemotongan pasokan gabungan mereka sebesar 1,3 juta barel per hari hingga akhir tahun. best profit

Variabel-variabel yang Tidak Terduga

Pasar minyak tidak asing dengan ketidakpastian, dan beberapa faktor berkontribusi pada volatilitasnya. Rusia, misalnya, sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan bea ekspor sebesar $250 per metrik ton pada semua produk minyak, kenaikan yang signifikan dari tarif saat ini. Langkah ini dijadwalkan akan berlaku mulai 1 Oktober 2023, hingga Juni 2024, dengan tujuan untuk mengatasi kekurangan bahan bakar.

Selain itu, produksi minyak serpih AS dari wilayah penghasil terbesar sedang mengalami penurunan, mencapai 9,393 juta barel per hari pada bulan Oktober, level terendah sejak Mei 2023. Ini merupakan penurunan bulanan ketiga berturut-turut, yang menimbulkan kekhawatiran terkait produksi minyak dalam negeri.

Para analis, di sisi lain, memperkirakan penurunan yang lebih moderat sekitar 2,7 juta barel. Data persediaan pemerintah AS akan dirilis pada hari Rabu, waktu setempat. best profit

Ada juga ketidakpastian terkait permintaan yang dapat mempengaruhi pasar. Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, membela pemotongan pasokan oleh OPEC+, menekankan perlunya regulasi yang ringan untuk mengurangi volatilitas. Dia juga mengungkapkan keprihatinan terkait permintaan dari China, pertumbuhan di Eropa, dan langkah-langkah bank sentral dalam mengatasi inflasi.

Implikasi pada Pasar dan Sorotan Masa Depan

Pada Selasa, 19 September 2023, indeks-indeks utama di Wall Street mengalami penurunan, dengan Nasdaq dan S&P 500 mencapai titik terendah dalam lebih dari tiga minggu. Pemicu penurunan ini adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, yang terjadi menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS. best profit

Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran saat ini, yaitu 5,25% hingga 5,50%, pada hari Rabu, karena inflasi inti mendekati target The Fed sebesar 2,0%.

Sebagai kesimpulan, pasar minyak tetap menjadi arena yang dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor geopolitik, ekonomi, dan lingkungan. best profit

Monday, September 18, 2023

Best Profit | Peningkatan Harga Emas Global Saat Menantikan Keputusan Suku Bunga Fed

Best Profit (19/9) – Pasar emas global telah mengalami lonjakan yang luar biasa dalam beberapa minggu terakhir, dengan harga mencapai rekor tertinggi di China. Peningkatan harga emas yang berkelanjutan ini terutama disebabkan oleh konsumen yang mencari aset pelindung dalam menghadapi depresiasi yuan. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong kenaikan harga emas, keputusan bank sentral yang akan datang, dan apa yang harus diperhatikan oleh para investor.

Harga Emas Melayang Tinggi di China

Dalam dunia keuangan, emas telah lama dianggap sebagai tempat berlindung bagi investor pada masa ketidakpastian ekonomi. Sentimen ini terutama terlihat di China, di mana harga emas baru-baru ini mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kenaikan ini telah berlanjut selama beberapa bulan karena konsumen mencari perlindungan dalam logam mulia ini. best profit

Baca Juga : Apakah Emas Akan Merosot Bebas atau Meningkat Harga?

Baca Juga : Harga Emas Dunia Hari Ini di Level Terendah 3 Minggu

Harga emas di China melonjak ke level tertinggi dalam ingatan baru-baru ini, dan tren naik ini didorong oleh kekhawatiran atas depresiasi yuan. Selain itu, premi atas emas fisik mencapai tingkat tertinggi baru, menandakan permintaan yang kuat akan aset perlindungan ini.

Keputusan Federal Reserve Menyusul

Saat harga emas terus naik, investor global secara cermat mengawasi kebijakan bank sentral dan dampak potensialnya. Yang paling menarik adalah keputusan yang akan datang dari Federal Reserve (the Fed), bank sentral Amerika Serikat, terkait tingkat suku bunganya.

Para ahli pasar memperkirakan bahwa Fed akan menghentikan sementara kenaikan suku bunganya bulan depan. Harapan ini telah mendorong harga emas karena investor mencari lindung nilai terhadap potensi volatilitas pasar.

Menurut CNBC, pada tanggal 19 September 2023, harga emas di pasar spot naik sebesar 0,3% menjadi USD 1.933,5634 per ons, sementara harga berjangka AS naik sebesar 0,4% menjadi USD 1.955,3 per ons. Pada saat yang bersamaan, dolar AS melemah sebesar 0,2% terhadap mata uang utama lainnya, membuat emas lebih terjangkau bagi investor asing. best profit

Ketahanan Emas di Tengah Kenaikan Suku Bunga

Dalam situasi kenaikan suku bunga, aset seperti emas, yang tidak memberikan hasil, cenderung kurang menarik bagi investor. Namun, lonjakan harga emas saat ini menunjukkan bahwa bijak tradisional ini mungkin tidak berlaku saat ini.

Para analis berselisih pendapat tentang apakah harga emas akan terus naik. Beberapa percaya bahwa momentum teknis emas tidak cukup kuat untuk mendorongnya melewati level USD 1.980 per troy ons. Yang lain menunjukkan potensi bullish yang didorong oleh indikasi bank sentral bahwa kenaikan suku bunga akan segera berakhir. best profit

Namun, dia melihat potensi untuk pemulihan teknis di pasar.

Prospek Bullish Jangka Panjang Emas

Meskipun fluktuasi jangka pendek, banyak analis tetap optimis tentang prospek bullish jangka panjang emas. Salah satu faktor utama adalah peningkatan permintaan akan kenaikan upah, seiring dengan tuntutan pekerja di industri otomotif yang meminta kenaikan besar-besaran untuk melawan inflasi.

Everett Millman, seorang ahli logam mulia di Gainesville Coins, percaya bahwa ketahanan emas menunjukkan potensinya. Mengingat kebijakan moneter saat ini oleh Fed dan pergerakan kurs dolar AS, harga emas seharusnya tetap di atas USD 1.900 per troy ons. best profit

Ketidakpastian mengenai situasi ekonomi global terus mendukung harga emas. Sementara ada faktor yang bisa menjaga harga emas di atas USD 1.900, mungkin tidak cukup untuk mendorong kenaikan harga secara signifikan.

Saat bank sentral membuat keputusannya, investor akan terus memperhatikan emas sebagai cara untuk melindungi dan mengembangkan kekayaan mereka. best profit

Sunday, September 17, 2023

Best Profit | Apakah Emas Akan Merosot Bebas atau Meningkat Harga?


Best Profit (18/9) – Dalam dunia investasi, sedikit aset yang telah menarik perhatian para investor dan trader sebanyak emas. Statusnya sebagai aset tempat perlindungan dan penyimpan nilai telah membuatnya menjadi favorit abadi. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, harga emas mengalami volatilitas yang signifikan, dengan tarik-menarik antara kebijakan moneter yang hawkish dari Federal Reserve (The Fed) dan risiko pasar yang terus mengancam. Jadi, pertanyaan dengan nilai jutaan dolar adalah, kemana harga emas akan menuju? Mari kita telusuri faktor-faktor yang berperan.

Dilema Emas Saat Ini

Harga emas saat ini terjebak dalam pusaran kekuatan yang saling bertentangan, terutama dipicu oleh sikap hawkish dari Federal Reserve dan risiko pasar yang mengancam. Meskipun memiliki momentum teknis, beberapa analis berpendapat bahwa emas tidak memiliki dorongan yang cukup untuk menembus level $1,980 per ons troy.

Baca Juga : Harga Emas Dunia Hari Ini di Level Terendah 3 Minggu

Baca Juga : Persediaan Minyak Mentah Meningkat di AS, Data Minyak Bumi Beragam

Pekan lalu, kontrak emas Desember diperdagangkan pada $1,945.60 per ons troy, menunjukkan sedikit perubahan dari penutupan Jumat sebelumnya. Ini menandai minggu keempat berturut-turut di mana harga emas berakhir pekan tepat di bawah level resisten awal, berada di sekitar $1,950 per ons troy. best profit

Pengaruh The Fed

Menurut Kitco News, harga emas dunia akan menjadi sorotan tajam minggu ini ketika The Fed merilis keputusan kebijakan moneter terbaru dan memperbarui proyeksi ekonominya. Meskipun diperkirakan bahwa bank sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga minggu ini, Ketua The Fed Jerome Powell diperkirakan akan tetap menjaga sikap hawkish terhadap kebijakan moneter.

Tindakan Powell dianggap hawkish karena pejabat Federal Reserve tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. CME FedWatchTool saat ini menunjukkan kemungkinan sekitar 60 persen terkait suku bunga tetap tidak berubah sepanjang tahun ini. Namun, ekspektasi pasar dapat berubah dengan cepat.

Prospek Bullish Emas

Meskipun potensi dampak retorika Powell terhadap pergerakan emas, para analis berpendapat bahwa kebijakan moneter mungkin telah kehilangan sebagian efektivitasnya. Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA, mencatat, “Pesan keseluruhan dari bank sentral di seluruh dunia adalah bahwa kenaikan suku bunga akan segera berakhir. Hal ini menjadi penguat bagi emas.” best profit

Colin Cieszynski, Kepala Strategi Pasar di SIA Wealth Management, berpendapat bahwa emas akan kesulitan untuk menembus di atas $1,980 per ons troy menjelang pertemuan bank sentral AS. Namun, dia melihat tanda-tanda potensial adanya pemantulan teknis di pasar.

Pandangan Bullish Jangka Panjang

Meskipun emas mungkin terbatas secara sementara, Cieszynski tetap mempertahankan pandangan bullish jangka panjang yang kuat. Optimisme ini diperkuat oleh tuntutan industri otomotif terhadap kenaikan upah yang signifikan untuk melawan inflasi, menciptakan dilema bagi bank sentral.

Selain itu, Everett Millman, seorang pakar logam mulia di Gainesville Coins, berpendapat bahwa ketahanan emas saat ini adalah bukti potensinya.

Sebagai kesimpulan, nasib harga emas tergantung pada berbagai faktor, dengan berbagai faktor yang memengaruhi jalannya. Sikap hawkish Federal Reserve, ketidakpastian ekonomi, dan kebijakan bank sentral global semua turut serta dalam menciptakan ketidakpastian. Meskipun pergerakan harga jangka pendek mungkin akan berliku, sentimen bullish jangka panjang menunjukkan bahwa kilau emas masih jauh dari redup. best profit

Thursday, September 14, 2023

Best Profit | Harga Emas Dunia Hari Ini di Level Terendah 3 Minggu


Best Profit (15/9) – Di dunia komoditas yang selalu berfluktuasi, emas tetap menjadi simbol kekayaan dan stabilitas yang abadi. Namun, saat ini, harganya berada di level terendah dalam tiga minggu, menawarkan peluang unik bagi investor yang cerdik. Mari kita telusuri faktor-faktor di balik penurunan ini, apa artinya untuk masa depan, dan mengapa ini mungkin saat yang tepat untuk mempertimbangkan investasi emas.

PREDIKAMEN LOGAM MULIA INI

Harga emas dunia telah berada di dekat level terendahnya dalam tiga minggu, sebuah situasi yang terjadi karena beberapa faktor kunci dalam lanskap ekonomi global. Berdasarkan data terbaru, pasar spot emas mengalami kenaikan yang moderat sebesar 0,1%, sehingga menempatkan nilai logam mulia ini pada $1.909,05 per ons. Ini merupakan penurunan signifikan dari level tinggi sebelumnya sebesar $1.900,81, yang terakhir kali terlihat pada tanggal 23 Agustus. Di sisi lain, kontrak berjangka emas di Amerika Serikat ditutup dengan perubahan yang hanya sedikit pada posisi $1.932,80. best profit

Baca Juga : Persediaan Minyak Mentah Meningkat di AS, Data Minyak Bumi Beragam

Baca Juga : Pemilik Emas Persiapkan Diri Anda! AS Akan Mengumumkan Kabar Penting

MENGURAI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Untuk memahami alasan di balik penurunan ini, penting untuk mengupas faktor-faktor yang terlibat. Pemicu utama penurunan harga emas ini adalah lonjakan tak terduga dalam harga produsen Amerika Serikat dan data penjualan ritel. Angka-angka ini telah melampaui perkiraan sebelumnya, menimbulkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS mungkin akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Hal ini pada gilirannya telah menyebabkan penguatan dolar AS, mengakibatkan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi – semua faktor yang menekan pasar emas.

Data menunjukkan bahwa harga produsen AS meningkat sebesar 0,7% pada bulan Agustus, mencatatkan kenaikan terbesar dalam lebih dari setahun. Sementara itu, penjualan ritel AS melonjak sebesar 0,6%, melampaui perkiraan Reuters sebesar 0,2% untuk periode yang sama. Perkembangan ini telah membuat indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam enam bulan, mengurangi daya tarik emas bagi investor asing dan meningkatkan imbal hasil obligasi 10 tahun. best profit

Meger menyampaikan kekhawatiran tentang kemungkinan Federal Reserve untuk terus meningkatkan suku bunga dan kenaikan imbal hasil yang berkelanjutan, kedua faktor ini memberikan hambatan bagi pasar emas.

PELUANG EMAS YANG MENJANJIKAN

Bagi investor yang memantau pasar emas, ada sedikit harapan di tengah badai. Menurut FedWatch Tool CME, meskipun pasar mengantisipasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan kebijakan mendatang, ada kemungkinan sebesar 39% untuk kenaikan suku bunga pada bulan November. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas batangan, yang tidak memberikan bunga.

Namun, para analis menyarankan bahwa level $1.900 untuk emas cukup stabil dan dapat menarik pemburu kesepakatan. best profit

TINJAUAN LOGAM MULIA

Selain emas, logam mulia lainnya juga telah mengalami pergerakan sebagai tanggapan terhadap dinamika pasar ini. Harga perak turun sebesar 0,8%, mencapai $22,66 per ons, menandai level terendah dalam empat minggu.

Sebagai kesimpulan, meskipun harga emas saat ini mungkin terlihat meredup, mereka menawarkan peluang yang menarik bagi investor. Interaksi faktor-faktor ekonomi, termasuk data inflasi dan penjualan ritel, telah berkontribusi pada penurunan ini.

Sementara dunia terus memantau indikator-indikator ekonomi, masih harus dilihat bagaimana emas akan merespons dalam beberapa bulan mendatang. Untuk saat ini, panggungnya sudah siap, dan terserah pada para investor untuk mengambil langkah dalam dunia logam mulia. best profit

Wednesday, September 13, 2023

Best Profit | Persediaan Minyak Mentah Meningkat di AS, Data Minyak Bumi Beragam


Best Profit (14/9) – Kilang minyak mentah AS telah beroperasi dengan penuh dalam beberapa waktu terakhir, mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam persediaan minyak mentah. Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu, 13 September 2023, masukan kilang minyak mentah AS mencapai rata-rata 16,8 juta barel per hari selama pekan yang berakhir pada 8 September. Angka ini menunjukkan peningkatan yang besar sebesar 177.000 barel per hari dibandingkan dengan rata-rata pekan sebelumnya.

Kondisi Kilang Minyak

Laporan EIA juga mengungkapkan bahwa kilang minyak AS beroperasi pada tingkat kapasitas operasional sebesar 93,7% selama pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kinerja yang kuat oleh kilang minyak, yang berkontribusi pada peningkatan pemrosesan minyak mentah.

Baca Juga : Pemilik Emas Persiapkan Diri Anda! AS Akan Mengumumkan Kabar Penting

Baca Juga : Lonjakan Harga Emas Didorong oleh Pelemahan Dolar AS

Penurunan Produksi Bensin dan Sulingan

Meskipun terjadi lonjakan dalam masukan minyak mentah, terdapat penurunan yang signifikan dalam produksi bensin dan sulingan selama periode yang sama. Produksi bensin rata-rata mencapai 9,2 juta barel per hari, sementara produksi sulingan berada pada angka 5,0 juta barel per hari. best profit

Persediaan Minyak Mentah

Salah satu informasi penting dari laporan ini adalah peningkatan dalam persediaan minyak mentah komersial di Amerika Serikat. Diluar Cadangan Minyak Strategis, persediaan minyak mentah meningkat sebesar 4,0 juta barel dibandingkan dengan pekan sebelumnya, mencapai total sebesar 420,6 juta barel. Meskipun terjadi peningkatan ini, persediaan tetap berada sekitar 2,0% di bawah rata-rata lima tahun untuk periode saat ini.

Peningkatan Persediaan Bensin dan Sulingan

Persediaan bensin mengalami peningkatan yang signifikan, naik sebanyak 5,6 juta barel dari pekan sebelumnya, dan juga tetap sekitar 2,0% di bawah rata-rata lima tahun untuk periode ini. Selain itu, persediaan bensin jadi dan komponen pencampur juga mengalami peningkatan selama pekan tersebut. best profit

Pasokan Produk Bensin Motor dan Bahan Bakar Sulingan

Temuan-temuan ini memberikan wawasan berharga tentang dinamika industri minyak bumi AS, dengan fokus pada produksi minyak mentah, pengolahan, dan tingkat persediaan. Data ini menunjukkan bahwa sementara masukan minyak mentah dan kapasitas pengolahan sedang meningkat, produksi bensin dan sulingan mengalami penurunan. Peningkatan persediaan minyak mentah, terutama minyak mentah komersial, patut diperhatikan dan dapat memiliki dampak pada pasar minyak global.

Sebagai kesimpulan, laporan terbaru dari Badan Informasi Energi AS menyoroti peningkatan dalam persediaan minyak mentah dan operasi kuat kilang minyak. best profit