Tuesday, February 10, 2026

Bestprofit | Emas Cari Arah, Data AS Jadi Penentu

 

 

Bestprofit (11/2) – Harga emas dunia (XAU/USD) kembali melemah pada perdagangan sesi awal Asia, Rabu, dengan pergerakan mendekati level $5.045. Pelemahan ini terjadi setelah logam mulia tersebut mengalami aksi jual besar-besaran dalam beberapa sesi sebelumnya, memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar: apakah harga emas sudah menemukan titik terendahnya, atau justru masih berpotensi turun lebih jauh?

Di tengah kondisi tersebut, perhatian pasar global tertuju pada sejumlah faktor penting, mulai dari rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tertunda, meningkatnya selera risiko investor, hingga ketegangan geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.

Tekanan Jangka Pendek dari Penguatan Dolar AS dan Risk Appetite

Salah satu faktor utama yang menekan harga emas dalam jangka pendek adalah meningkatnya selera risiko (risk appetite) di pasar keuangan global. Ketika investor cenderung lebih berani mengambil risiko, aset safe haven seperti emas biasanya kehilangan daya tariknya.

Selain itu, permintaan terhadap Dolar AS (USD) juga menunjukkan tanda-tanda penguatan kembali. Penguatan dolar kerap menjadi sentimen negatif bagi emas, mengingat logam mulia ini diperdagangkan dalam denominasi USD. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun.

Kombinasi antara meningkatnya risk appetite dan rebound dolar AS inilah yang membuat pergerakan harga emas masih berada di bawah tekanan, meskipun sebelumnya sempat mencatat reli yang cukup signifikan.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Ketegangan AS–Iran Membatasi Penurunan Harga Emas

Meski menghadapi tekanan dari faktor makroekonomi, potensi penurunan harga emas dinilai masih terbatas. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang secara historis menjadi faktor pendukung bagi aset lindung nilai seperti emas.

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan militer apabila Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington. Isu-isu yang dipermasalahkan mencakup pengayaan nuklir, program rudal balistik, hingga kebijakan regional Iran.

Pernyataan tersebut muncul di tengah aktivitas diplomatik Iran, di mana kepala keamanan Iran Ali Larijani bertemu dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said. Pertemuan ini bertujuan membahas hasil pembicaraan antara pejabat AS dan Iran yang berlangsung pada pekan sebelumnya, menandakan bahwa tensi politik masih jauh dari kata reda.

Emas Masih Relevan sebagai Aset Lindung Nilai

Volatilitas pasar yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir sempat memunculkan keraguan mengenai efektivitas emas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan. Namun, tidak semua pelaku pasar sepakat dengan pandangan tersebut.

Mark Haefele, Kepala Investasi Manajemen Kekayaan Global di UBS Group AG, menilai bahwa kekhawatiran tersebut terlalu berlebihan. Menurutnya, peran emas sebagai aset safe haven masih sangat relevan di tengah ketidakpastian global.

“Gelombang volatilitas baru-baru ini telah mempertanyakan nilai emas sebagai lindung nilai terhadap fluktuasi geopolitik dan pasar. Kami percaya kekhawatiran tersebut berlebihan, dan reli emas akan berlanjut,” ujar Haefele.

Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa koreksi harga emas saat ini lebih bersifat teknikal dan sementara, bukan perubahan tren jangka panjang.

Pasar Bersikap Wait and See Menjelang Data Penting AS

Pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan melihat (wait and see) menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Data-data ini dinilai krusial karena dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) ke depan.

Laporan pekerjaan AS untuk bulan Januari, yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah selama empat hari, dijadwalkan rilis pada Rabu sore waktu setempat. Data ini akan menjadi fokus utama pasar dalam jangka pendek.

Proyeksi Nonfarm Payrolls dan Tingkat Pengangguran

Laporan ketenagakerjaan tersebut diperkirakan menunjukkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) meningkat sekitar 70.000 pada Januari. Angka ini mencerminkan perlambatan penciptaan lapangan kerja dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Sementara itu, tingkat pengangguran AS diproyeksikan tetap stabil di kisaran 4,4%. Jika data aktual menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan, hal ini dapat meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan mengambil sikap yang lebih dovish.

Sebaliknya, data yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat dolar AS dan kembali menekan harga emas.

Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Selain laporan ketenagakerjaan, perhatian pasar juga tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan pada hari Jumat. Data inflasi ini akan menjadi indikator penting untuk menilai tekanan harga di ekonomi AS.

Tanda-tanda inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter, sehingga melemahkan dolar AS. Dalam kondisi tersebut, harga emas dan komoditas lain yang didenominasikan dalam USD berpotensi mendapatkan dorongan naik.

Sebaliknya, inflasi yang tetap tinggi atau meningkat dapat memperkuat posisi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, yang menjadi sentimen negatif bagi emas.

Kesimpulan: Emas di Persimpangan Sentimen Global

Pergerakan harga emas saat ini berada di persimpangan antara tekanan makroekonomi dan dukungan geopolitik. Di satu sisi, penguatan dolar AS dan meningkatnya selera risiko menekan harga emas dalam jangka pendek. Di sisi lain, ketegangan geopolitik AS–Iran serta potensi pelemahan data ekonomi AS memberikan bantalan bagi harga logam mulia ini.

Dengan banyaknya agenda ekonomi penting dalam beberapa hari ke depan, volatilitas harga emas diperkirakan akan tetap tinggi. Investor dan pedagang disarankan untuk mencermati setiap rilis data dan perkembangan geopolitik, karena keduanya akan memainkan peran krusial dalam menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya.

 
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures

No comments:

Post a Comment